11 Tipe Strategi untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

11 Tipe Strategi Untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

Terdapat 11 macam strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Dimana, semua strategi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu:
  1. Integration Strategy
  2. Intensive Strategy
  3. Diversification Strategy
  4. Defensive Strategy


Integration Strategy

Integration strategy adalah strategi perusahaan untuk memperluas rantai distribusi dari perusahaan tersebut.

Maksudnya, strategi ini berfokus untuk menguasai rantai distribusi dari perusahaan dari hulu sampai hilir.

Integration strategy sendiri terdiri atas 3 jenis strategi yaitu forward integration, backward integration, dan horizontal integration.

Forward integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas distributor atau retailer.

Backward integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas produsen atau supplier.

Horizontal integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas perusahaan kompetitornya.

Contohnya, PT. Indofood sebagai penghasil produk indomie.

Strategi forward integration yang dilakukan PT. Indofood adalah dengan mendirikan perusahaan ritel Indomaret.

Dengan dikuasainya indomaret sebagai perusahaan ritel dapat meningkatkan margin yang diperoleh Indofood sendiri, karena produk indomie yang langsung dijual ke konsumen tanpa melalui perantara.

Atau, dengan produk indomie yang dijual secara langsung ke konsumen, dapat membuat produk indomie yang lebih meruah dibanding produk kompetitornya.

Strategi backward integration yang dilakukan adalah dengan mengakuisisi (membeli) bogasari yang merupakan perusahaan tepung.

Dengan dikuasainya bogasari yang merupakan perusahaan tepung, dapat menurunkan biaya bahan baku dari pembuatan indomie sendiri.

Serta, strategi horizontal integration yang dapat dilakukan oleh PT. Indofood misalnya adalah seperti mengakuisisi (membeli) perusahaan Mie Sedaap.

Sehingga, dengan diakuisisi produk mie sedap, dapat meningkatkan pangsa pasar dan mengurangi jumlah kompetitor dari produk indomie sendiri.

Intensive Strategy

Intensive strategy adalah strategi perusahaan untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan atas produknya di pasar.

Jadi, tujuan utama dari strategi ini adalah agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui produk suatu perusahaan dibanding produk kompetitornya.

Intensive strategy dibagi menjadi 3 jenis strategi yaitu market penetration, market development, product development

Market penetration adalah strategi yang berfungsi untuk meningkatkan pangsa pasar dari suatu produk atau jasa dengan cara melakukan strategi marketing.

Market development adalah strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dengan cara mengenalkan suatu produk atau jasa ke daerah geografis yang baru.

Perbedaan antara market penetration dan market development adalah pada market penetration, produk atau jasa dari perusahaan tersebut sudah ada di pasar, tetapi masih belum begitu diketahui secara luas.

Sedangkan pada market development, produk atau jasa tersebut belum masuk ke pasar pada daerah tertentu, sehingga perusahaan berusaha untuk mengenalkan produk tersebut ke daerah baru tersebut.

Berbeda dengan, Product development merupakan strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dengan cara mengembangkan atau menciptakan produk atau jasa yang baru.

Jadi, tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan sales dari perusahaan sendiri.

Contohnya seperti Samsung yang sekarang ini sudah memiliki berbagai jenis tipe smartphone dari lini galaxy yang ditawarkan, mulai dari seri S, A, J, Note, Tab, sampai Watch.

Selain itu, Samsung juga mengembangkan produknya secara rutin, contohnya seri Samsung galaxy S yang sekarang ini sudah sampai seri Samsung galaxy S 10.

Diversification Strategies

Diversification strategies adalah strategi perusahaan untuk mengembangkan produk atau jasa baru untuk dapat meningkatkan pangsa pasar yang dapat diperoleh perusahaan tersebut

Diversification strategis dapat dibagi menjadi 2 yaitu related diversification dan unrelated diversification.

Related diversification adalah strategi perusahaan untuk mengembangkan produk atau jasa baru yang masih berkaitan dengan produk atau jasa perusahaan tersebut.

Contohnya adalah seperti Facebook sebagai perusahaan yang bergerak di bidang social networking membeli whatsapp dan instragram yang juga merupakan aplikasi social media.

Jadi, hal yang dilakukan facebook dengan membeli whatsapp dan instragram merupakan related diversification, karena produk barunya masih bergerak di bidang yang sama dengan facebook.

Sedangkan, unrelated diversification adalah strategi perusahaan mengembangkan produk atau baru yang tidak memiliki kaitan dengan produk atau jasa perusahaan sekarang ini.

Contohnya adalah xiaomi yang merupakan perusahaan teknologi, dimana sekarang ini, xiaomi tidak hanya menjual produk teknologi saja.

Melainkan, xiaomi juga menjual produk sehari-hari misalnya dari sling bag, payung, sampai dompet.

Defensive Strategy

Defensive strategy adalah strategi perusahaan untuk strategi perusahaan untuk mempertahankan posisi perusahaan tersebut saat ini di pasar agar tetap dapat bertahan.

Alasan utama perusahaan melakukan defensive strategy adalah karena terjadinya penurunan kinerja perusahaan di pasar yang biasanya ditunjukkan dengan laba yang semakin menurun.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu untuk melakukan tindakan agar penurunan tersebut tidak terjadi terus menerus atau terjadi tidak terlalu signifikan agar perusahaan tetap dapat bertahan.

Terdapat 3 defensive strategi yang dapat dilakukan perusahaan agar tetap dapat bertahan hidup meliputi: Retrenchment, Diversiture, dan liquidation.

Retrenchment adalah strategi perusahaan dengan menjual aset atau unit perusahaan yang dianggap tidak menguntungkan.

Aset dianggap tidak menguntungkan karena tidak memberikan nilai atau value pada perusahaan atau aset yang tidak digunakan/jarang digunakan.

Dimana, tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mengurangi biaya yang ditimbulkan dari aset itu sendiri.

Contohnya seperti mesin, yang jika baik digunakan maupun tidak digunakan oleh perusahaan tetap akan menimbulkan biaya yaitu biaya depresiasi.

Jadi, jika terdapat mesin yang tidak dipakai lebih baik untuk dijual, karena hanya akan menimbulkan beban kepada perusahaan.

Divestiture adalah strategi perusahaan untuk menjual divisi atau bagian dari suatu perusahaan yang dianggap tidak menguntungkan.

Dengan menjual divisi dari suatu perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga menjual aset perusahaannya.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa strategi retrenchment merupakan bagian dari divestiture.

Contoh dari strategi divestiture adalah misalnya The Coca-Cola Company yang memiliki 3 jenis produk yaitu coca-cola, sprite, dan fanta dimana setiap produk tersebut memiliki divisi yang berbeda.

Setelah diamati, ternyata divisi fanta mengalami penurunan penjualan secara terus menerus, oleh sebab itu, The Coca-Cola Company memutuskan menjual divisi fanta untuk mengurangi biaya yang timbul agar tidak mengalami penurunan laba.

Liquidation adalah strategi perusahaan untuk menjual semua aset perusahaan karena sudah tidak menguntungkan lagi.

Karena dianggap, lebih baik perusahaan untuk berhenti beroperasi dibandingkan beroperasi jika sudah tidak menguntungkan lagi.

Contohnya seperti PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, PT Nyonya Meneer, Batavia Air, dan lain lain.

Tetapi, apakah semua strategi tersebut harus digunakan?

Jawabannya tidak, karena tidak ada perusahaan yang mampu untuk menjalankan semua strategi tersebut sekaligus.

Sebab, sumber daya yang dimiliki perusahaan jumlahnya terbatas, dan juga itu hanya akan membuang biaya dan waktu perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan harus membuat keputusan mengenai strategi mana yang harus dijalankan.

Perusahaan harus memilih strategi mana yang paling cocok dan bermanfaat dan sesuai dengan kondisi saat ini dari perusahaan tersebut.

Serta, dari 11 tipe strategi tersebut, terdapat juga strategi yang sifatnya saling berlawanan dan tidak mungkin untuk dilakukan secara bersamaan.

0 komentar