Monday, June 11, 2018

Corporate Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan)

Corporate Social Responsibility (CSR)

Tanggung jawab sosial perusahaan memberikan tantangan bisnis untuk hadir dan melakukan interaksi dengan pemaku kepentingan perusahaan. Para pemaku kepentingan baik pasar ataupun non-pasar sangat mengharapkan bisnis yang dijalankan bertanggung jawab terhadap sosial dan sekarang telah banyak perusahaan yang menjadikan tujuan sosial sebagai bagian dari operasi bisnis mereka.

Namun, melakukan bisnis atau bertindak dengan cara bertanggung jawab sosial tidak selalu berjalan dengan baik, hal ini masih mendatangkan kontroversi. Para manajer tentunya memiliki tanggung jawab kepada pemegang saham mereka, karena pemilik bisnis telah menginvestasikan modal mereka ke perushaan.

Corporate social responsibility (CSR) / Tanggung Jawab Sosial Perusahaan memiliki arti bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas setiap tindakan yang mempengaruhi orang lain, komunitas, dan lingkungan. Hal ini menyiratkan bahwa bahaya terhadap orang dan masyarakat harus diakui dan diperbaiki jika memungkinkan.


Berbagai Tanggung Jawab Perusahaan


Sebuah bisnis memiliki banyak tanggung jawab, yaitu tanggung jawab ekonomi, hukum , dan sosial. Adapun tantangan bagi perusahaan adalah menggabungkan atau memadukan semua tanggung jawab tersebut ke dalam strategi perushaan yang komprehensif tanpa mengabaikan kewajibannya.

Dengan adanya tanggung jawab yang ganda, tidak berarti perusahaan yang bertanggung jawab sosial tidak dapat menghasilkan keuntungan seperti tanggung jawab yang lain. Namun, masih ada pihak yang menyatakan dengan adanya tanggung jawab sosial ini akan melemahkan kekuatan komprehensif perushaan.

Prinsip Dasar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Prinsip Keamanan
Definisi Bisnis harus memberikan bantuan sukarela kepada masyarakat dan kelompok yang membutuhkan
Tipe dari aktivitas Filantropi perusahaan,
Tindakan sukarela untuk menunjukkan kebaikan sosial
Contoh Yayasan filantropi perusahaan,
Inisiatif swasta untuk memecahkan masalah sosial,
Kemitraan sosial dengan kelompok yang membutuhkan


Prinsip Penatagunaan
Definisi Bisnis, bertindak sebagai wali amanat publik, harus mempertimbangkan kepentingan semua orang yang dipengaruhi oleh keputusan dan kebijakan bisnis
Tipe dari aktivitas Akui interdependensi bisnis dan masyarakat,
Menyeimbangkan kepentingan dan kebutuhan banyak kelompok yang beragam di masyarakat
Contoh Kepentingan pribadi yang tercerahkan,
Memenuhi persyaratan hukum,
Pendekatan pemangku kepentingan untuk perencanaan strategis perusahaan

Perdebatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Argumen Setuju Mengenai Tanggung Jawab Sosial (Pro)

Banyak eksekutif perusahaan yang mempercayai bahwa tanggung jawab sosial diperlukan oleh perusahaan, hal ini ditunjukkan dengan survey yang dilakukan oleh McKinsey pada 2005 dimana didapatkan bahwa 84% dari perusahaan setuju bahwa perusahaan harus “menghasilkan pengembalian yang tinggi kepada investor tetapi juga menyeimbangkan dengan tanggung jawab sosial dari perusahaan misalnya dengan pembuatan sarana publik.”

Berikut ini adalah alasan-alasannya :

1. Menyeimbangkan Kekuatan Perusahaan Dengan Tanggung Jawabnya
Banyak perusahaan sekarang ini yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Sehingga, banyak orang yang percaya bahwa kekuatan tersebut harus diseimbangkan dengan tanggung jawab dari perusahaan tersebut.

Jadi, perusahaan berkomitmen untuk melakukan tanggung jawab sosialnya karena mereka menyadari bahwa jika mereka menyalahgunakan kekuatan yang dimiliki maka mereka mungkin dapat kehilangan kekuatan tersebut.

2. Tidak Terbebani Oleh Peraturan Pemerintah
Dengan suatu perusahaan melakukan tanggung jawab sosialnya, maka perusahaan tersebut secara tidak langsung dapat mengatasi masalah dari peraturan pemerintah yang ada. Jadi perusahaan dapat lebih bebas dalam melakukan pengambilan keputusan.

Karena, dalam kasus bisnis, dengan adanya peraturan pemerintah cenderung dapat meningkatkan biaya ekonomis dan membatasi fleksibilitas dalam pengambilan keputusan.

3. Memberikan Keuntungan Jangka Panjang Untuk Suatu Bisnis
Keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial akan membawa suatu nilai positif bagi perkembangan dan kelangsungan bisnis jangka panjang.

Karena, dengan kegiatan ini dapat menguatkan peforma finansial suatu perusahaan dengan menarik perhatian kostumer baru. Dimana dengan tangung jawab sosial perusahaan ini dapat membentuk citra yang lebih baik tentang suatu bisnis.

4. Meningkatkan nilai dan reputasi suatu bisnis.
Dengan perusahaan melakukan tanggung jawab sosialnya, maka dapat meningkatkan reputasi sosial perusahaan tersebut. Reputasi sosial dari suatu perusahaan merupakan elemen yang sangat penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan kostumer dan pemegang saham.

Reputasi merupakan asset tidak berwujud perusahaan karena dapat mendorong pembelian kembali dari kostumer dan membantu dalam menarik dan memepertahankan pekerja yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan keuntungan.

5. Memperbaiki masalah sosial yang disebabkan suatu bisnis.
Banyak orang percaya bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memberikan kompensasi kapada para masyarakat atas dampak yang ditimbulkan perusahaan.

Misalnya, jika konsumen dirugikan atas produk cacat, atau dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan dari suatu bisnis, maka perusahaan tentunya harus bertanggung jawab terhadap masalah sosial yang ditimbulkan.

Argumen Melawan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Kontra)

Seorang ekonom bernama Milton Friedman mengatakan bahwa perusahaan hanya memiliki 1 tanggung jawab yaitu menggunakan segala sumber daya yang ada untuk menghasilkan profit. Beberapa pelaku bisnis setuju dengan pandangan tersebut, karena tentunya dengan tanggung jawab sosial ini tentunya akan menurunkan efisiensi dari perusahaan itu sendiri.

1. Menurunkan efisiensi dan laba.
Terdapat argumen yang mengatakan bahwa jika perusahaan menggunakan sumber dayanya untuk tujuan sosial maka dapat beresiko mengurangi efisiensi perusahaan tersebut.

Contohnya, jika suatu perusahaan membiarkan pabriknya untuk tetap beroperasi meskipun tidak produktif hanya untuk mempertahankan para pekerjanya, dimana akan berdampak pada penurunan profit.

2. Membebankan biaya yang tidak setara dengan para kompetitor.
Argumen lain terhadap tanggung jawab sosial adalah membebankan biaya yang lebih besar dibanding dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis.

Jadi, jika suatu perusahaan melakukan tanggung jawab sosial nya, akan muncul biaya-biaya baru sehingga biaya total dari perusahaan tersebut akan lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis yang lainnya. Sehingga akan memberikan keunggulan kompetitif kepada para kompetitor.

3. Membebankan biaya tersembunyi kepada para pemengang saham.
Tentunya jika perusahaan melakukan tanggung jawab sosial nya, tentunya akan timbul biaya biaya baru, dan tentunya ada pihak yang harus membayar biaya baru yang ditimbulkan tersebut.

Dimana salah satu pihak yang harus menanggung biaya baru yang timbul tersebut adalah para pemegang saham. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan dividen yang didapat para pemegang saham menjadi semakin kecil.

4. Keterampilan bisnis yang diperlukan mungkin kurang.
Pelaku bisnis tentunya tidak cukup terlatih untuk menyelesaikan masalah sosial yang disebabkan perusahaan bersangkutan karena bukanlah bidang mereka. Oleh sebab itu, tentunya keterampilan yang dimiliki pelaku bisnis untuk menyelesaikan masalah tanggung jawab sosial ini tentunya masih kurang.

Dimana bedasarkan survei yang dilakukan, hanya sebesar 11% organisasi yang berhasil mengimplementasikan strategi tanggung jawab sosial perusahaan dengan sukses.

5. Membebankan tanggung jawab kepada bisnis dibanding individual.
Terdapat argumen yang mengatakan bahwa tanggung jawab seharusnya dibebankan kepada individu, karena individu tersebut yang membuat keputusan bukanlah suatu organisasi.

Oleh sebab itu, salah jika kita membebankan tanggung jawab sosial kepada suatu bisnis, melainkan seharusnya dibebankan kepada pelaku bisnis yang terlibat dalam suatu keputusan.

Menyeimbangkan Tanggung Jawab Ekonomi, Hukum, dan Sosial


Banyak eksekutif bisnis percaya bahwa kunci utama yang dihadapi organisasi mereka saat ini adalah untuk memenuhi ekonomi yang dipegang, sebagai figur dan tanggung jawab sosial secara bersamaan.

Sebuah bisnis harus mengelola pemegang saham yang bertanggung jawab secara ekonomi, persyaratan hukumnya untuk hukum dan peraturan sosial, dan tanggung jawab sosialnya terhadap berbagai pemangku kepentingan.

Meskipun kewajiban ini kadang-kadang dapat menimbulkan konflik, perusahaan yang sukses adalah pihak yang manajemennya menemukan cara untuk memenuhi setiap tanggung jawab kritisnya dan mengembangkan strategi untuk memungkinkan kewajiban ini untuk saling membantu.

Tanggung Jawab Ekonomi dan Sosial


Perusahaan dengan kemampuan untuk mengenali perubahan sosial yang mendalam dan mengantisipasi bagaimana mereka akan mempengaruhi operasi telah terbukti sebagai orang yang selamat.

Mereka bersosialisasi lebih baik dengan regulator pemerintah, lebih terbuka terhadap kebutuhan pemangku kepentingan perusahaan, dan sering bekerja sama dengan legislator ketika undang-undang baru dikembangkan untuk mengatasi masalah sosial.

Pada tahun 2003, para peneliti di Universitas Lowa melakukan tinjauan metodologis yang teliti semua 52 studi sebelumnya tentang hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dan kinerja perusahaan.

Mereka menemukan bahwa sebagian besar waktu, lebih banyak perusahaan yang bertanggung jawab juga memiliki resuks keuangan yang solid; asosiasi statistik sangat positif di kisaran semua studi sebelumnya.

Singkatnya, sebagian besar waktu, tanggung jawab sosial, dan kinerja keuangan berjalan bersamaan, meskipun mungkin dalam beberapa kondisi tidak seperti itu.

Persyaratan Hukum versus Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Yang mendampingi tanggung jawab ekonomi perusahaan kepada pemegang sahamnya adalah kewajiban hukumnya, atau disebut legal obligations.

Sebagai anggota masyarakat, perusahaan harus mematuhi hukum dan peraturan yang mengatur masyarakat. Aturan hukum menetapkan standar minimum untuk bisnis untuk diikuti.

Beberapa perusahaan melampaui hukum; yang lain mencari dan peraturan diberlakukan untuk memastikan perilaku yang bertanggung jawab secara sosial oleh bisnis mengubah undang-undang untuk mewajibkan pesaing untuk lebih bertanggung jawab secara sosial dan peraturan membantu menciptakan medan bermain yang setara untuk bisnis yang bersaing satu sama lain.

Hukum dan peraturan membantu menciptakan medan bermain yang seimbang untuk bisnis yang bersaing satu sama lain, seperti dengan mewajibkan semua perusahaan untuk memenuhi standar sosial yang sama.

Jika sebuah perusahaan membuang limbahnya dengan sembarangan, ia akan mengambil risiko tuntutan hukum, denda, dan kemungkinan hukuman penjara bagi sebagian dari seorang manajer dan karyawan dan publisitas yang tidak menguntungkan atas tindakannya.

Bisnis yang mematuhi hukum dan kebijakan publik memenuhi tanggung jawab sosial minimum diharapkan oleh publik.

Kepentingan Pemegang Saham versus Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Manajer tingkat atas, bersama dengan dewan direksi perusahaan, umumnya diharapkan untuk menghasilkan sebanyak mungkin nilai bagi pemilik dan investor perusahaan.

Ini dapat dilakukan dengan membayar dividen tinggi secara teratur dan dengan menjalankan perusahaan dengan cara-cara yang menyebabkan nilai saham naik. Namun, pemegang saham bukan satu-satunya kelompok pemangku kepentingan yang harus diingat oleh manajemen.

Tugas seorang manajer puncak adalah untuk berinteraksi dengan keseluruhan pemangku kepentingan perusahaan, termasuk kelompok-kelompok yang mengadvokasi tingkat tanggung jawab sosial yang tinggi oleh bisnis.

Tujuan utama manajemen adalah untuk mempromosikan kepentingan seluruh perusahaan, bukan hanya kelompok pemangku kepentingan tunggal, dan untuk mengejar berbagai tujuan perusahaan, bukan hanya tujuan laba.

Tugas yang lebih luas dan jauh lebih kompleks ini cenderung lebih menekankan pada gambar laba jangka panjang daripada fokus eksklusif pada pengembalian langsung.
Ketika ini terjadi, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham mungkin kurang dari yang mereka inginkan, dan nilai saham mereka mungkin tidak naik secepat yang mereka inginkan.

Ini adalah jenis risiko yang dihadapi oleh manajer perusahaan yang memiliki tanggung jawab hukum untuk menghasilkan nilai tinggi bagi pemilik pemegang saham perusahaan tetapi yang juga harus mencoba untuk mempromosikan kepentingan keseluruhan dari seluruh perusahaan.

Menempatkan semua penekanan pada keuntungan maksimum jangka pendek untuk pemegang saham dapat mengarah pada kebijakan yang mengabaikan kepentingan dan kebutuhan pemangku kepentingan lainnya.

Manajer juga dapat menurunkan program tanggung jawab sosial yang meningkatkan biaya jangka pendek, meskipun diketahui bahwa masyarakat umum sangat menyetujui perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial.

Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Tanggung jawab sosial perusahaan secara telah berkembang selama setengah abad terakhir ini. Perubahan fase dari tanggung jawab sosial perusahaan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu pada tahun 1950-1960an, 1960-1970an, 1980-1990an, dan terakhir 1990-2000an.

Selama masing-masing dari empat sejarah periode tersebut, tanggung jawab sosial perusahaan telah memiliki fokus yang berbeda, seperangkat driver, dan instrumen kebijakan. Namun, periode terbaru dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah corporate citizenship.


EmoticonEmoticon