Sunday, April 8, 2018

EOQ - Economic Order quantity

Economic Order Quantity (EOQ)

EOQ (Economic Order Quantity) adalah jumlah bahan baku langsung yang harus dibeli setiap kali dilakukan pembelian sehingga akan menimbulkan biaya yang paling rendah akan tetapi tidak akan mengakibatkan kekurangan bahan baku langsung.

Terdapat 2 jenis biaya yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung EOQ :
  1. Biaya Pemesanan (Procurement Cost atau Set-Up Cost)
  2. Biaya pemesanan adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan aktivitas pemesanan bahan mentah. Biaya ini berubah-ubah sesuai dengan frekuensi pemasanan, semakin tinggi frekuensi pemesanannya semakin tinggi pula biaya pemesanannya.

    Sebaliknya, biaya ini berbanding terbalik dengan jumlah bahan mentah setiap kali pemesanan. Hal ini disebabkan karena semakin besarnya jumlah setiap kali pemesanan dilakukan, berarti frekuensi pemesanan menjadi semakin rendah.

  3. Biaya Penyimpanan (Carrying Cost atau Storage Cost)
  4. Biaya penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan aktivitas penyimpanan bahan mentah yang sudah dibeli. Biaya ini berubah-ubah sesuai dengan jumlah bahan mentah yang disimpan.

    Semakin besar jumlah bahan mentah setiap kali pemesanan maka biaya penyimpanan semakin besar pula. Biaya penyimpanan memiliki sifat yang berlawanan dengan biaya pemesanan.


Rumus EOQ

Rumus yang digunakan untuk menghitung EOQ adalah sebagai berikut :
  • Apabila Cc (Carrying Cost) dalam bentuk satuan mata uang :
  • rumus EOQ

  • Apabila Cc (Carrying Cost) dalam bentuk persentase :
  • rumus EOQ

Dimana :
Ru = kebutuhan bahan mentah selama setahun.
Co = Biaya pemesanan setiap kali pesan.
Cc = Biaya simpan.
Cu = Harga bahan mentah per unit.

Bahan mentah yang datang terlambat akan mengakibatkan terganggunya kelancaran proses produksi. Kadang-kadang perlu dicari bahan mentah pengganti agar proses produksi tidak terhenti. Biaya yang terpaksa dikeluarkan karena keterlambatan datangnya bahan mentah disebut Stock Out Cost.

Sebaliknya, biaya bahan mentah yang datang terlalu awal (terlalu cepat) akan menimbulkan masalah pula. Harus disediakan tempat penyimpanan, dan harus ditanggung pula biaya pemeliharaan ekstra. Biaya-biaya yang terpaksa dikeluarkan karena bahan mentah datang terlalu awal disebut Extra Carrying Cost.

Karena itu dalam menentukan waktu pemesanan bahan mentah perlu diperhatikan faktor Lead Time.

Lead Time adalah jangka waktu sejak dilakukannya pemesanan sampai saat datangnya bahan mentah yang dipesan dan siap untuk digunakan dalam proses produksi.

Setelah diperhatikan faktor Lead Time, dapat ditentukan Reorder Point.

Reorder Point (ROP) adalah saat dimana harus dilakukan pemesanan kembali bahan mentah yang diperlukan.

Jika digambarkan dalam grafik maka grafiknya akan sebagai berikut :
Grafik Re-Oreder Point

Jadi faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk merencanaan saat pemesanan bahan mentah pada periode mendatang, antara lain :
  1. Lead time
  2. Extra carrying cost
  3. Stock out cost

Anggaran pembelian bahan baku dapat disusun apabila total kebutuhan bahan mentah untuk satu periode telah ditentukan, dengan perhitungan sebagai berikut :


EmoticonEmoticon