Saturday, April 7, 2018

Anggaran Bahan Mentah

Budget - Anggaran Bahan Mentah

Anggaran Bahan Mentah adalah semua anggaran yang berhubungan dengan perencanaan secara terperinci tentang penggunaan bahan mentah untuk proses produksi selama periode yang akan datang.

Bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi dikelompokkan menjadi :
  1. Bahan mentah langsung
  2. Adalah semua bahan mentah yang merupakan bagian barang jadi yang dihasilkan.

  3. Bahan mentah tidak langsung
  4. Adalah bahan mentah yang ikut berperan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan.

Anggaran bahan mentah hanya merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan mentah langsung. Bahan mentah tidak langsung akan direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik.


Tujuan Penyusunan Anggaran Bahan Mentah

  1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan mentah.
  2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan mentah yang diperlukan.
  3. Sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan mentah.
  4. Sebagai dasar penyusunan product costing, yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan mentah dalam proses produksi.
  5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengawasan bahan mentah.

Anggaran Bahan Mentah

Anggaran bahan mentah terdiri dari :
  1. Anggaran kebutuhan bahan mentah
  2. Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode mendatang. Kebutuhan bahan mentah diperinci menurut jenisnya, menurut macam barang jadi yang dihasilkan, serta menurut bagian-bagian dalam pabrik yang menggunakan bahan mentah tersebut.

  3. Anggaran pembelian bahan mentah
  4. Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah yang harus dibeli pada periode mendatang. Bahan mentah yang harus dibeli diperhitungkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor persediaan dan kebutuhan bahan mentah.

  5. Anggaran persediaan bahan mentah
  6. Jumlah bahan mentah yang dibeli tidak harus sama dengan jumlah bahan mentah yang dibutuhkan, karena adanya faktor persediaan. Anggaran ini merupakan suatu perencanaan yang terperinci atas kuantitas bahan mentah yang disimpan sebagai persediaan.

  7. Anggaran biaya bahan mentah yang habis digunakan dalam produksi
  8. Sebagian bahan mentah disimpan sebagai persediaan, dan sebagian dipergunakan dalam proses produksi, anggaran ini merencanakan nilai bahan mentah yang digunakan dalam satuan uang.

Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah

Anggaran kebutuhan bahan mentah disusun untuk merencanakan jumlah fisik bahan mentah langsung yang diperlukan, bukan nilainya dalam rupiah. Pada anggaran ini harus dicantumkan :
  1. Jenis barang yang dihasilkan
  2. Jenis bahan mentah yang digunakan
  3. Bagian-bagian yang digunakan dalam proses produksi
  4. Strandar penggunaan bahan mentah
  5. Waktu penggunaan bahan mentah

Standar penggunaan bahan mentah (Standard Usage Rate) adalah bilangan yang menunjukkan berapa satuan bahan mentah yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan barang jadi.
Contoh : SUR = 40, untuk barang jadi buku dan bahan mentah kertas.
Artinya untuk menghasilkan 1 unit buku diperlukan 40 unit bahan mentah kertas.

Jumlah bahan mentah yang dibutuhkan untuk proses produksi dalam suatu periode waktu tertentu dapat ditentukan dengan berbagai cara, yakni :
  1. Perkiraan langsung
  2. Cara ini mengandung banyak resiko karena hanya berupa perkiraan. Oleh karena itu, cara ini lebih baik diserahkan pada pihak-pihak yang telah berpengalaman dalam produksi barang yang sama pada waktu-waktu sebelumnya. Bagi mereka cara ini lebih menguntungkan karena :
    ➔ Lebih mudah
    ➔ Lebih cepat
    ➔ Lebih ringan biayanya

  3. Bedasarkan perhitungan standar penggunaan bahan
  4. Stadar penggunaan dihitung dengan berbagai cara, seperti dengan melakukan percobaan-percobaan di labolatorium dengan melakukan percobaan-percobaan khusus di dalam pabrik, dengna mendasarkan diri pada pemakaian nyata waktu yang lalu yang tercatat pada bill of material, dan dengan melihat angka penggunaan rata-rata yang ditentukan secara statis.

Anggaran Pembelian Bahan Mentah

Anggaran pembelian bahan mentah berisi rencana kuantitas bahan mentah yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu mendatang. Ini harus dilakukan secara hati-hati terutama dalam hal jumlah dan waktu pembelian.

Apabila jumlah bahan mentah yang dibeli terlalu besar akan mengakibatkan berbagai resiko seperti :
  • Bahan baku langsung banyak yang menumpuk di gudang, yang kemungkinan dapat mengakibatkan kualitas menurun.
  • Bahan baku langsung terlalu lama menunggu giliran untuk diproses.
  • Meningkatnya biaya penyimpanan.

Apabila jumlah bahan mentah yang dibeli terlalu kecil dari kebutuhannya maka konsekuensinya adalah :
  • Proses produksi terhambat oleh karena kehabisan bahan baku langsung.
  • Timbul biaya tambahan untuk mencari bahan baku pengganti dalam jangka waktu secepat mungkin.

Anggaran Persediaan Bahan Mentah

Kebijaksanaan dalam penilaian persediaan dapat dikelompokkan menjadi :
  1. FIFO (First in First Out).
  2. Dalam kebijaksanaan ini, bahan mentah yang lebih dahulu digunakan untuk produksi adalah bahan mentah yang lebih dulu masuk ke gudang. Dengan kata lain, penilaian bahan mentah digudang nilainya diurutkan menurut urutan waktu pembeliannya.

  3. LIFO (Last in First Out).
  4. Dalam kebijaksanaan LIFO, bahan mentah yang masuk ke gudang lebih akhir justru dipakai untuk mennetukan nilai bahan mentah yang digunakan dalam produksi, meskipun pemakaian fisik tetap diurutkan menurut urutan pemasukannya.

  5. Average.
  6. Kebijaksanaan ini menggunakan nilai rata-rata bahan mentah yang diolah, didasarkan pada nilai rata-rata pembelian-pembelian bahan mentah yang pernah dilakukan oleh perusahaan, sejak awal sampai akhir.

Tujuan penyusunan anggaran persediaan bahan mentah adalah untuk mengendalikan tingkat persediaan bahan mentah yang terdapat dalam gudang sehingga dapat diketahui penggunaan bahan mentah yang masih tersisa sebagai persediaan dengan rencana semula.

Besarnya bahan mentah yang harus tersedia untuk kelancaran proses produksi tergantung pada beberapa faktor, seperti :
  1. Volume produksi selama satu periode waktu tertentu.
  2. Volume bahan mentah minimal, yang disebut safety stock.
  3. Besarnya pembelian yang ekonomis.
  4. Estimasi tentang naik turunnya harga bahan mentah pada waktu-waktu mendatang.
  5. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan mentah.
  6. Tingkat kecepatan bahan mentah menjadi rusak.

Safety Stock adalah tingkat persediaan bahan mentah yang paling minimal yang harus dipertahankan untuk menjamin kelangsungan proses produksi.

Besarnya safety stock dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
  1. Kebiasaan leveransir (orang yang bertugas menyediakan bahan-bahan keperluan) menyerahkan bahan mentah yang dipesan, apakah selalu tepat waktu atau tidak.
  2. Jumlah bahan mentah yang dibeli setiap kali pemesanan.
  3. Dapat diperkirakan atau tidaknya kebutuhan bahan mentah secara tepat.
  4. Perbandingan antara biaya penyimpanan bahan mentah dan biaya ekstra karena kehabisan bahan mentah.

Dalam anggaran persediaan bahan mentah perlu diperinci hal-hal sebagai berikut :
  1. Jenis bahan mentah yang digunakan.
  2. Jumlah masing-masing jenis bahan mentah yang tersisa sebagai persediaan.
  3. Harga per unit masing-masing jenis bahan mentah.
  4. Nilai bahan mentah yang disimpan sebagai persediaan.

Anggaran Bahan Mentah yang Habis Digunakan

Tidak semua bahan mentah yang tersedia akan habis digunakan untuk produksi. Hal ini disebabkan karena :
  1. Perlu adanya persediaan akhir, yang akan menjadi persediaan awal periode berikutnya.
  2. Perlu adanya safety stock agar kelangsungan produksi tidak terganggu akibat kehabisan bahan mentah.

Manfaat disusunnya anggaran biaya bahan mentah yang habis digunakan adalah :
  1. Untuk keperluan product costing, yakni perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan perusahaan.
  2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan mentah.

Anggaran bahan mentah yang habis digunakan perlu memperinci hal-hal berikut :
  1. Jenis bahan mentah yang digunakan.
  2. Jumlah masing-masing bahan mentah yang habis digunakan untuk produksi.
  3. Harga per unit masing-masing jenis bahan mentah.
  4. Nilai masing-masing bahan mentah yang habis digunakan untuk produksi.
  5. Jenis produk jadi yang menggunakan bahan mentah.
  6. Waktu penggunaan bahan mentah.


EmoticonEmoticon