Tuesday, March 6, 2018

Anggaran Tenaga Kerja

Anggaran Tenaga Kerja

Perencanaan Tenaga Kerja

Pada setiap perusahaan tentu ada biaya yang dikeluarkan untuk keperluan buruh.

Buruh atau tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang utama dan selalu ada dalam perusahaan meskipun dalam perusahaan sudah digunakan mesin-mesin.

Anggaran tenaga kerja langsung adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung selama periode waktu tertentu.

Dalam anggaran tenaga kerja langsung didalamnya meliputi rencana tentang jumlah waktu yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk menyelesaikan 1 unit produk jadi, tariff upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja, dan waktu para tenaga kerja langsung tersebut menjalankan kegiatan proses produksi, serta tampat dimana para tenaga kerja langsung bekerja.

Anggaran tenaga kerja hanya merencanakan unsur-unsur dari tenaga kerja langsung.

Dimana, anggaran tenaga kerja selalu dikaitkan dengan anggaran produksi yang telah disusun sebelumnya.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tenaga kerja antara lain adalah :
  1. Kebutuhan tenaga kerja.
  2. Pencarian atau penarikan tenaga kerja.
  3. Latihan bagi tenaga kerja baru.
  4. Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja.
  5. Gaji dan upah yang harus diterima oleh tenaga kerja.
  6. Pengawasan tenaga kerja.


Tenaga kerja yang bekerja di pabrik dikelompokkan menjadi 2 yakni :


1. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Tenaga kerja langsung pada prinsipnya terbatas pada tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada barang yang dihasilkan.

Tenaga kerja langsung mempunyai sifat-sifat :
  1. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya variabel.
  3. Umumnya dikatakan bahwa tenaga kerja jenis ini merupakan tenaga kerja yang kegiatannya langsung dapat dihubungkan dengan produk akhir (terutama dalam penentuan harga pokok)

Yang dapat dikategorikan sebagai tenaga kerja langsung adalah para buruh pabrik yang mengikuti kegiatan proses produksi dari bahan mentah sampai berbentuk barang jadi.

2. Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung pengertiannya terbatas pada tenaga kerja di pabrik yang tidak terlibat secara langsung pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik.

Tenaga kerja tidak langsung mempunyai sifat-sifat :
  1. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya semi fixed atau semi variabel. Artinya biaya-biaya yang mengalami perubahan tetapi tidak secara sebanding dengan perubahan tingkat produksi.
  3. Tempat bekerja dari tenaga kerja jenis ini tidak harus selalu di dalam pabrik, tetapi dapat di luar pabrik.

Apabila tenaga kerja jenis ini bekerja dalam lingkungan pabrik, maka biaya yang dikeluarkan untuk mereka dikelompokkan dalam anggaran biaya overhead pabrik.


Manfaat Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja Langsung

  1. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien.
  2. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien.
  3. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat.
  4. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.


Persiapan-Persiapan dalam Menyusun Anggaran Tenaga Kerja

Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja, perlu ditentukan terlebih dahulu dasar satuan utama yang digunakan untuk menghitungnya.

Dalam kenyataan, sering diguanakan satuan hitung atas dasar jam buruh langsung (Direct Labor Hour) dan biaya buruh langsung (Direct Labor Cost).

Dalam persiapan menysusun anggaran ini, terlebih dahulu dibuat Manning Table.

Manning Table merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan :
  1. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
  2. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat kegiatan.
  3. Bagian-bagian yang membutuhkannya.

Anggaran tenaga kerja merupakan perencanaan khusus tentang jam buruh langsung (DLH) dan biaya buruh langsung (DLC) menurut waktu jenis barang yang diproduksi.

Apabila memungkinkan, anggaran tenaga kerja dapat dibuat terpisah, yakni :
  1. Anggaran jam buruh langsung.
  2. Anggaran biaya tenaga kerja.

Anggaran Kebutuhan Jam Tenaga Kerja Langsung

Secara terperinci pada anggaran ini harus dicantumkan :
  1. Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan.
  2. Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi.
  3. Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang.
  4. Waktu produksi barang (bulan atau kuartal).

Kebutuhan jam tenaga kerja langsung = jumlah jam produksi x standar jam tenaga kerja langsung (LUR/Labor Usage Rate)


Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Anggaran ini merupakan bagian dari anggaran tenaga kerja, secara terperinci pada anggaran ini harus mencantumkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Jumlah barang yang diproduksi, yang dilihat dari anggaran produksi.
  2. Jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk mengerjakan 1 unit barang.
  3. Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung.
  4. Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan.
  5. Waktu produksi barang (bulan atau kuartal).

Biaya tenaga kerja langsung = kebutuhan jam tenaga kerja langsung x upah standar tenaga kerja langsung.


EmoticonEmoticon