Tuesday, March 6, 2018

Anggaran BOP (Biaya Overhead Pabrik)

Anggaran BOP (Biaya Overhead Pabrik)

Biaya overhead pabrik (Factory overhead) adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung.

Biaya overhead pabrik terdiri dari :
  • Biaya bahan tidak langsung (Indirect material)
  • Biaya tenaga kerja tidak langsung (Indirect labor)
  • Semua jenis biaya yang berhubungan dengan pabrik, seperti pajak, asuransi, penyusutan, persediaan, perbaikan, dan pemeliharaan.


Perencanaan Besarnya Biaya Overhead Pabrik

Di dalam menentukan besarnya dana yang harus dianggarkan untuk anggaran biaya overhead pabrik, terdapat 2 permasalahan pokok yang perlu dipecahkan yakni :
  1. Masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya.
  2. Disini perlu diterapkan prinsip akuntansi penanggung jawab atau sering disebut prinsip biaya departemen langsung (direct departemental cost). Berdasarkan prinsip ini dikenal adanya pembagian menjadi departemen produksi dan departemen jasa untuk kegiatan yang dilakukan di pabrik.

  3. Masalah menentukan jumlah biaya (anggaran)
  4. Masing-masing departeneb (produksi dan jasa) berhak merencanakan biaya sesuai dengan jenis biaya yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing.

Departemen produksi yaitu bagian dari pabrik yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau produk akhir.

Departemen jasa yaitu bagian dari pabrik yang menyediakan jasanya dan secara tidak langsung ikut berperan dalam proses produksi.

Ditinjau dari bagian yang bertanggung jawab, biaya overhead pabrik dikelompokkan menjadi :
  1. Biaya langsung, yaitu biaya yang semata-mata menjadi tanggung jawab bagian yang bersangkutan dan tidak dibebankan ke bagian lain.
  2. Biaya tidak langsung, yaitu biaya yang menjadi tanggung jawab beberapa bagian dalam pabrik.


Pengawasan Biaya Overhead

Dalam rangka pengawasan biaya overhead, salah satu masalah yang dihadapi adalah pengalokasian biaya bagian jasa/pembantu (service) kepada bagian produksi.

Alokasi biaya overhead pabrik adalah pembagian biaya overhead pabrik departemen jasa ke departemen produksi, atau departemen jasa ke departemen jasa yang lain dan ke departemen produksi.

Ada 3 metode pengalokasian biaya departemen jasa, meliputi :
  1. Metode Langsung → Alokasi BOP dimana pengeluaran atau beban departemen jasa hanya ditransfer ke departemen produksi.
  2. Metode Bertahap → Alokasi BOP dimana mentransfer beban departemen jasa secara bertahap, yaitu bedasarkan urutan departemen yang telah ditentukan.
  3. Metode Aljabar → Alokasi BOP yang menawarkan suatu cara penyelesaian lengkap atas keterkaitan pelayanan diantara berbagai departemen jasa (menggunakan teknik aljabar).

Tujuan dari pengawasan biaya overhead pabrik adalah untuk :
  1. Mengetahui sesuai tidaknya realisasi dengan yang direncanakan.
  2. Mengetahui besar kecilna biaya overhead.
  3. Menentukan biaya-biaya yang bertanggung jawab.

Masalah Satuan Kegiatan (Activity Base)

Satuan kegiatan atau activity base adalah satuan yang dipakai untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian produksi dan bagian jasa, dalam rangka proses produksi.

Activity base sangat diperlukan dalam menyusun anggaran BOP (Biaya Overhead Pabrik) karena pada garis besarnya BOP merupakan hasil kali antara activity basedengan rupiah tertentu sebagai tarif BOP.

Satuan-satuan yang biasa sering dipakai pada bagian produksi dan bagian jasa atau pembantu adalah :

1. Bagian Prodksi :

  • Unit barang yang dihasilkan.
  • Jam buruh langsung (DLH)
  • Jam mesin langsung (DMH)
  • Biaya bahan mentah.
  • Biaya tenaga kerja langsung.

2. Bagian Jasa :

  • Jam reparasi langsung (DRH)
  • Kilowatt hours, untuk bagian pembangkit tenaga listrik.
  • Nilai pembelian bahan mentah, untuk bagian pembelian.
  • Jam buruh langsung dan jam tenaga kerja, untuk bagian umum dan administrasi pabrik.


Macam Kapasitas Dalam Menyusun Anggaran BOP

  1. Kapasitas praktis, adalah kapasitas teoritis (yakni kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh, tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu) dikurangi dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan.
  2. Kapasitas Normal, yaitu kemampuan perusahaan berproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang.
  3. Kapasitas sesungguhnya, yaitu kapasitas yang sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam periode yang akan datang.


EmoticonEmoticon