Wednesday, February 21, 2018

Flexible Budget (Anggaran Variabel)

Anggaran Variabel

Konsep anggaran variabel atau flexible budget merupakan sebuah pendekatan yang lazim dipakai dalam perencanaan dan pengawasan biaya, karena disini ditunjukkan dengan jelas beban biaya yang seharusnya dikeluarkan pada berbagai tingkat kegiatan.

Anggaran variabel adalah skedul biaya yang menunjukkan bagaimana masing-masing biaya akan berubah dengan perubahan volume, output, atau aktivitas.

Dengan demikian, anggaran variabel menyatakan hubungan antara volume dan biaya dalam suatu relevant range volume yang terbatas.

Anggaran variabel atau  Variable Budget dapat juga disebut :
  1. Flexible budget
  2. Sliding scale budget
  3. Step budget
  4. Expense formula budget
  5. Expense control budget


Tujuan Pendekatan Anggaran Variabel yang Utama

Tujuan utama pendekatan anggaran variabel secara khusus adalah mengidentifisir bagaimana, dan seberapa jauh, masing-masing elemen biaya dalam suatu pusat pertanggungjawaban dipengaruhi oleh aktivitas pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Dengan kata lain, anggaran variabel merupakan rumus atau petunjuk yang mempedomani bagaimana setiap elemen biaya akan berubah sehubungan dengan adanya perubahan dalam volume, output, ataupun tingkat kegiatan perusahaan.

Hubungan tersebut ditunjukkan oleh anggaran variabel dalam suatu relevant range tertentu.


Konsep Dasar yang Mendasari Anggaran Variabel

Anggaran variabel didasari oleh konsep variabilitas biaya.

Konsep variabilitas biaya adalah biaya dapat dikaitkan secara langsung dengan tingkat output atau tingkat aktivitas perusahaan.

Dengan melihat hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa faktor variabilitas biaya terjadi karena pengaruh faktor waktu dan faktor aktivitas.

Hal-Hal Penting dalam Menyusun Anggaran Variabel

  1. Jenis biaya dihubungkan dengan tingkat output maupun tingkat kegiatan perusahaan.
  2. Pemilihan satuan kegiatan perusahaan (activity base) yang tepat, yang menunjukkan tingkat output atau kegiatan secara jelas.
  3. Metode dalam menganalisa masing-masing elemen biaya, untuk menetapkan dengan betul berapa unsur tetap dan beberapa unsur variabelnya.
  4. Penggunaan dan penerapan konsep anggaran variabel.


Pengklasifikasian Biaya yang Sesuai dengan Konsep Variabilitas Biaya

1. Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah karena perubahan output atau aktivitas yang produktif.

Sehingga jumlahnya tetap konstan selama periode tertentu dalam suatu relevant range aktivitas.

Ciri-ciri biaya tetap antara lain :
  • Jumlah keseluruhan yang tetap dalam range aktivitas yang relevan.
  • Penurunan biaya per unit bila volume bertambah dalam range aktivitas yang relevan.
  • Dapat dibebankan kepada departemen-departemen bedasarkan keputusan manajemen atau menurut metode alokasi biaya.
  • Tanggung jawab pengendalian lebih banyak dipikul oleh manajemen eksekutif daripada penyelia operasi.

2. Biaya variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah searah dan sebanding dengan perubahan output atau aktivitas.

Ciri-ciri biaya variabel antara lain :
  • Perubahan jumlah total dalam proporsi yang sama dengan perubahan volume.
  • Biaya per unit relatif konstan meskipun volume berubah dalam range yang relevan.
  • Dapat dibebankan kepada departemen operasi dengan cukup mudah dan tepat.
  • Dapat dikendalikan oleh seorang kepada departemen tertentu.

3. Biaya semivariabel

Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah karena perubahan output atau aktivitas, akan tetapi perubahan tersebut tidak sebanding.

Ciri-ciri biaya variabel antara lain :
  • Biaya yang jumlahnya total akan berubah sesuai dengan perubahan volume aktivitas, akan tetapi sifat perubahan tidak sebanding.
  • Biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume aktivitas tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat aktivitas tertentu, semakin tinggi volume aktivitas semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume aktivitas semakin tinggi biaya satuan.

Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menetapkan Satuan Dasar Kegiatan/Aktivitas

  1. Suatu dasar kegiatan yang dipilih harus betul-betul mencerminkan dan menjadi ukuran kegiatan (secara keseluruhan) bagian yang bersangkutan.
  2. Satuan dasar kegiatan yang dipilih harus mampu mengukur perubahan-perubahan tingkat output yang dapat mengakibatkan perubahan-perubahan tingkat biaya.
  3. Satuan dasar kegiatan dipilih sedapat mungkin hanya dipengaruhi oleh tingkat output sebagai faktor variabel.
  4. Satuan dasar kegiatan yang dipilih harus mudah dipahami, mudah dihitung dan dapat diaplikasikan dengan mudah dalam proses penganggaran.
  5. Satuan dasar kegiatan yang dipilih tidak mendatangkan biaya tambahan dalam perhitungan dan penggunaannya.


Metode-Metode dalam Perhitugan Variabilitas Biaya

Perhitungan variabilitas biaya akan menghasilkan 2 kelompok biaya yakni kelompok biaya tetap per satuan waktu dan kelompok biaya variabel per satuan dasar kegiatan.

Dalam hal memisahkan biaya semivariabel, terdapat 3 metode yaitu :


1. Metode bedasarkan perkiraan langsung (Direct Estimate Method)

Metode ini pada dasarnya hanya dapat dipakai pada keadaan tertentu saja, dimana perhitungan unsur-unsur biaya secara kuantitatif tidak dapat dilakukan karena sesuatu sebab.

Dalam dunia praktis, memang hal ini sering dijumpai dan bahkan lebih sering dipakai oleh para perencana biaya yang telah berpengalaman dan yang ingin menghindari perhitungan-perhitungan yang matematis.

Metode ini dapat dilaksanakan dalam 2 bentuk, yaitu :
  • Bedasarkan perkiraan pihak yang terlibat langsung dan bertanggung jawab di dalam proses produksi.
  • Dengan bedasarkan pada analisa data historis dan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen.

Perkiraan langsung yang menggunakan kedua cara tersebut diatas dapat dipakai sebagai alat penghitung tingkat biaya pada suatu tingkat kegiatan tertentu dalam relevant range.

Perkiraan langsung terhadap unsur biaya tetap dan variabel diperlukan dalam penyusunan anggaran biaya variabel yang berbentuk formula.

2. Metode titik tertinggi dan terendah (High and Low Point Method)

Metode yang kedua ini cenderung lebih bersifat kuantitatif dari pada metode pertama, yang bedasarkan pada perhitungan tingkat biaya pada 2 macam tingkat kegiatan tertentu (High and Low).

Asumsi garis lurus dipergunakan dalam perhitungan ini, karena dalam perhitungan ini tidak melihat semua data melainkan hanya data tertinggi dan terendah.

Komponen biaya tetap dan variabel dihitung dengan melakukan interpolasi kedua tingkat biaya dengan dasar asumsi tersebut.

Langkah-langkah untuk melakukan metode titik tertinggi dan terendah, meliputi :
  1. Pemilihan satuan dasar kegiatan yang tepat.
  2. Penentuan relevant range sebagai titik tertinggi dan terendah.
  3. Perkiraan biaya pada titik tertinggi dan terendah.
  4. Menginterpolasikan kedua tingkat biaya pada kedua tingkat kegiatan.


3. Metode korelasi (Corelatian Method)

Metode korelasi merupakan metode yang menggunakan salah satu alat analisa statistik.

Bentuk-Bentuk Anggaran Variabel

  1. Bentuk formula
  2. Bentuk tabel
  3. Bentuk Grafik


Manfaat Menyusun Anggaran Variabel

  1. Untuk memudahkan penyusunan anggaran biaya-biaya yang terjadi di semua bagian yang ada pada perusahaan.
  2. Untuk memudahkan manajer mengetahui tingkat biaya yang akan ditanggung oleh perusahaan pada suatu tingkat kegiatan tertentu.
  3. Sebagai alat yang dapat dipakai dalam persiapan penyusunan performance report.


EmoticonEmoticon