Tuesday, February 27, 2018

Anggaran Produksi

Anggaran Produksi

Setelah kita menyusun anggaran penjualan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran produksi (Production Budget).

Anggaran produksi dalam arti luas adalah penjabaran dari rencana penjualan menjadi rencana produksi.

Dengan demikian, kegiatan produksi bukan merupakan aktivitas yang berdiri sendiri, melainkan aktivitas yang menunjang rencana penjualan.

Rencana produksi meliputi perencanaan tentang jumlah produksi, kebutuhan persediaan, bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi.

Anggaran produksi dalam arti sempit disebut juga anggaran jumlah barang yang harus diproduksi.

Jadi fungsi menyusun anggaran produksi untuk merencanakan agar jumlah volume barang yang harus diproduksi oleh suatu perusahaan sesuai dengan volume tingkat penjualan yang telah direncanakan.

Perencanaan produksi mencakup masalah masalah yang bersangkutan dengan penentuan :
  1. Tingkat produksi.
  2. Kebutuhan fasilitas-fasilitas produksi.
  3. Tingkat persediaan barang jadi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya jumlah barang yang harus diproduksi oleh perusahaan meliputi :
  1. Jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual, sebagaimana yang tercantum dalam anggaran penjualan.
  2. Kebijaksanaan tingkat produksi.
  3. Kebijaksanaan tingkat persediaan.
  4. Kapasitas mesin yang tersedia.
  5. Tenaga kerja yang tersedia, baik dalam jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya.
  6. Modal kerja yang dimiliki perusahaan.
  7. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan produksi.


Tujuan penyusunan anggaran produksi

  1. Menunjang kegiatan penjualan, sehingga barang dapat disediakan sesuai dengan yang telah direncanakan.
  2. Menjaga tingkat persediaan yang memadai. Artinya : tingkat persediaan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  3. Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya-biaya produksi barang yang dihasilkan akan seminimal mungkin.

Penyusunan Anggaran produksi

Secara garis besar, anggaran produksi disusun dengan menggunakan rumus berikut :
Tingkat penjualanXXX
Persediaan akhirXXX +
Jumlah kebutuhanXXX
Persediaan awalXXX -
Tingkat produksiXXX

Langkah utama yang dilakukan dalan rangka menyusun anggaran produksi dan pelaksanaannya :
Tahap perencanaan
  1. Menentukan periode waktu yang akan dipakai sebagai dasar dalam penyusunan anggaran produksi.
  2. Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus dihasilkan.

Tahap pelaksanaan
  1. Menentukan kapan barang diproduksi.
  2. Menentukan dimana barang akan diproduksi.
  3. Menentukan urutan proses produksi.
  4. Menentukan standar penggunaan fasilitas-fasilitas produksi untuk mencapai efisiensi.
  5. Menyusun program tentang penggunaan bahan mentah, tenaga kerja, dan peralatan.
  6. Menyusun standar biaya produksi.
  7. Membuat perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan.

Dalam menentukan kapan barang akan diproduksi, terlebih dahulu harus diperkirakan :
  1. Lamanya proses produksi, yakni jangka waktu yang diperlukan untuk memproses bahan mentah menjadi barang jadi.
  2. Jumlah barang yang akan dihasilkan selama satu periode, dengna melihat kembali anggaran penjualan.

Dalam menentukan atau memperkirakan jangka waktu produksi dan jumlah barang yang akan dihasilkan, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu :
  1. Fasilitas pabrik.
  2. Fasilitas pergudangan.
  3. Stabilitas tenaga kerja.
  4. Stabilitas bahan mentah.
  5. Modal yang digunakan.

Pendekatan dalam Menyusun Anggaran Produksi

Dalam menyusun anggaran produksi terdapat 3 kebijakan, yaitu :
  1. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi dengan tingkat persediaan barang yang dibiarkan mengambang.
  2. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat persediaan barang dengan tingkat produksi yang dibiarkan mengambang.
  3. Kebijakan yang merupakan kombinasidari kedua kebijaksanaan tersebut diatas. Menurut kebijakan ini, baik tingkat produksi maupun tingkat persediaan sama-sama berfluktuasi.

Stabilitas tingkat produksi

Maksud dari stabilitas tingkat produksi adalah anggaran jumlah produksi yang jumlahnya sama atau tetap setiap periode dalam setahun.

Sesuai seperti yang sudah dijelaskan, pada pendekatan stabilitas tingkat produksi, ditetapkan terlebih dahulu jumlah kebutuhan selama 1 tahun kemudian menentukan kebutuhan setiap bulanya.

Tingkat persediaan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan agar produksi dapat tetap stabil.

Pengalokasian tingkat produksi setiap bulan dapat dilakukan dengan cara :
  1. Membagi tingkat produksi setahun dengan 12, dimana hasil bagi tersebut digunakan sebagai tingkat produksi per bulannya. Kelemahan cara ini adalah seringnya ditemukan bilangan yang tidak bulat.
  2. Membagi tingkat produksi setahun sedemikian rupa sehingga dihasilkan bilangan yang bulat. Kelebihan dari hasil pembagian akan ditambah ke periode dengan tingkat penjualan tertinggi.


Stabilitas tingkat persediaan

Maksud dari stabilitas tingkat persediaan adalah anggaran jumlah besarnya persediaan yang digunakan pada setiap periodenya sama.

Jadi, dalam stabilitas tingkat persediaan, harus ditetapkan terlebih dahulu persediaan awal dan akhir tahun, kemudian hitung selisihnya.

Untuk mendapatkan tingkat persediaan setiap bulanya, dapat dilakukan dengna 2 cara :
  1. Selisihkan antara persediaan awal dan akhir tahun, kemudian dibagi dengan 12. Kelemahan dari cara ini adalah seringkali ditemukan bilangan yang tidak bulat.
  2. Selisihkan antara persediaan awal dan akhir tahun dibagi dengan suatu bilangan tertentu sehingga dihasilkan suatu bilangan yang bulat.

Cara Kombinasi

Pada cara ini, tingkat produksi maupun tingkat persediaan dibiarkan berubah-ubah. Meskipun tetap diusahakan agar terjadi keseimbangan yang optimum antara tingkat penjualan, persediaan, dan produksi.

Anggaran Produksi sebagai Alat Perencanaan, Pengkoordinasian, dan Pengawasan

Anggaran produksi disusun dengan bedasarkan pada anggaran penjualan yang telah disusun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semua hal yang berhubungan dengan produksi, seperti kebutuhan bahan mentah, kebutuhan tenaga kerja, kapasitas mesin-mesin, penambahan modal, dan kebijaksanaan persediaan diselaraskan dengan kemampuan menjual.

Dengan demikian, anggaran produksi mempunyai fungsi sebagai alat perencanaan.

Setelah direncanakan, anggaran produksi juga mengkoordinasikan berapa jumlah barang yang harus diproduksi dengan keadaan keuangan, permodalan, perkembangan produk, dan tingkat penjualan.

Kegiatan pengawasan berupa pengawasan produksi yang meliputi kegiatan pengawasan :
  • Kualitas.
  • Kuantitas.
  • Biaya.

Dalam halnya dengan fungsi pengawasan, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
  • Pengawasan bahan mentah.
  • Penganalisaan proses produksi.
  • Penentuan routing (rute produksi)
  • Scheduling (jadwal produksi)
  • Pemberian perintah kerja (dispatching)
  • Follow-up


EmoticonEmoticon