Thursday, February 1, 2018

Algoritma dan Flowchart

Algoritma dan Flowchart

Algoritma adalah sebuah strategi yang mengandalkan kemampuan berpikir secara logis untuk memecahkan suatu masalah.

Dalam algoritma, kita mulai dengan berpikir apa yang kita miliki (kekuatan dan kelemahan), selanjutnya kita atur langkah (aksi) agar tujuan atau sasaran yang kita harapkan dapat terwujud.

Begitu juga dalam hal membuat program komputer. Ada keterbatasan statemen yang disediakan, namun dengan keterbatasan itu kita siasati langkah-langkah untuk mencapai hasil program yang sesuai dengan keinginan.

Misalnya di dalam bahasa pemrograman tidak ada fungsi/prosedur bawaan yang mengkonversi nilai nominal mata uang menjadi bentuk terbilang. Dengan menggunakan strategi/algoritma kita dapat memecahkan persoalan tersebut dan dapat membuat programnya.

Namun demikian, awal pembuatan algoritma tidak perlu memperhatikan statemen yang ada di suatu bahasa pemrograman karena algoritma bersifat umum.

Untuk menggambarkan sebuah algoritma yang terstruktur dan mudah dipahami oleh orang lain (khususnya programmer yang bertugas mengimplementasikan program), maka dibutuhkan alat bantu yang berbentuk Diagram Alir (Flowchart).


Diagram alir ini akan menunjukkan alur di dalam program secara logika.

Diagram alir ini selain dibutuhkan sebagai alat komunikasi, juga diperlukan sebagai dokumentasi. Dan sebelum lebih jauh memahami komponen-komponen diagram alir, maka perlu kiranya disampaikan aturan-aturan dalam perancangan diagram alir tersebut, yaitu :
  1. Diagram alir digambarkan dengan orientasi dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan
  2. Setiap kegiatan/proses dalam diagram alir harus dinyatakan secara eksplisit
  3. Setiap diagram alir harus dimulai dari satu Start State dan berakhir pada satu atau lebih Terminal Akhir/Terminator/Halt State
  4. Gunakan Connector dan Off-Page Connector state dengan label yang sama untuk menunjukkan keterhubungan antar path algoritma yang terputus/terpotong, misalnya sebagai akibat pindah/ganti halaman.

Selain dengan Flowchart, untuk menuliskan sebuah algoritma dapat pula digunakan Pseudo-Code, yaitu suatu teknik penulisan algoritma dengan menggunakan sebanyak mungkin komponen-komponen dari salah satu bahasa tingkat tinggi (suatu bahasa pemrograman yang masih memerlukan unit kompilator untuk mengeksekusi program agar dapat berjalan).

Dalam arti penulisan algoritma dengan Pseudo-Code ini hampir menyerupai sebuah program, tetapi tanpa menyertakan atribut-atribut program (seperti tipe data, dll), hanya menuliskan proses intinya saja.

Pedoman dalam Merancang Flowchart

Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :
  1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
  2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
  3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
  4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan Menghitung Pajak Penjualan.
  5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
  6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
  7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

Keuntungan dan Keterbatasan menggunakan Flowchart

Keuntungan dan manfaat dari Flowchart adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi. Flowchart adalah cara yang lebih baik mengkomunikasikan logika sistem kepada semua pihak.
  2. Analisis Efektif. Dengan bantuan flowchart, masalah dapat dianalisis dengan cara yang lebih efektif.
  3. Dokumentasi yang baik. Program flowchart berfungsi sebagai dokumentasi program yang baik, yang diperlukan untuk berbagai tujuan.
  4. Efficient Coding. Flowchart dapat dijadikan sebagai pedoman atau cetak biru selama tahap analisis sistem dan pengembangan program.
  5. Proper Debugging. Flowchart itu membantu dalam proses debug.
  6. Pemeliharaan program yang efisien. Pemeliharaan operasi program menjadi lebih mudah dengan bantuan flowchart. Ini membantu programmer untuk menempatkan usaha lebih efisien pada bagian tertentu.

Keterbatasan dalam menggunakan Flowchart
  1. Logika yang rumit. Kadang-kadang, logika program yang cukup rumit. Dalam hal ini, flowchart menjadi kompleks dan kaku.
  2. Penambahan dan Modifikasi. Jika perubahan yang diperlukan flowchart mungkin memerlukan perancangan ulang gambar sepenuhnya.
  3. Hal yang esensial tentang apa yang dilakukan dengan mudah dapat hilang dalam rincian teknis pengembangannya.

Struktur Flowchart/Program

Secara umum, struktur suatu program terdiri dari beberapa bagian yaitu :
  1. Input
  2. Bagian ini merupakan proses untuk memasukkan data ke komputer melalui device yang ada misalnya keyboard, mouse, scanner dll. Program melakukan proses membaca data yang akan diolah dari device tersebut.

  3. Output
  4. Bagian ini merupakan proses untuk menampilkan data yang telah diolah, melaporkan hasil pegolahan data melalui device seperti monitor, printer dll. Program melakukan proses mencetak data ke device tersebut.

  5. Proses Pengolahan Data
  6. Bagian ini merupakan proses mengolah data yang diinputkan dengan menerapkan metode-metode, teknik-teknik, algoritma-algoritma yang ada. Proses ini menghasilkan data output yang akan ditampilkan kepada pengguna program.

  7. Penyimpanan Data
  8. Bagian ini merupakan proses menyimpan data dalam memori atau device penyimpanan data seperti, memory, harddisk, CD dll.

Berikut ini adalah blok diagram struktur dari suatu program secara umum.
Struktur Program/Flowchart

Langkah-Langkah dalam Proses Pembuatan Suatu Program

  1. Mendefinisikan masalah dan menganalisanya
  2. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasikan masalah antara lain tujuan dari pembuatan program, parameter-parameter yang digunakan, fasilitas apa saja yang akan disediakan oleh program.

    Kemudian menentukan metode atau flowchart apa yang akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan terakhir menentukan bahasa program yang digunakan untuk pembuatan program.

  3. Merealisasikan dengan langkah-langkah berikut :
  4. Langkah Langkah Pembuatan Flowchart

Simbol-Simbol dalam Flowchart

Flow chart memiliki simbol yang masing-masing dapat menggambarkan kegiatan atau proses dalam suatu perusahaan. Masing-masing simbol memiliki arti tersendiri sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan. Simbol dalam flowchart di bagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu :


EmoticonEmoticon