Thursday, January 25, 2018

Variabel Dummy Pada Metode Transportasi

Dummy dalam Metode Transportasi

Ketidakseimbangan antara permintaan atau kebutuhan dengan kapasitas dapat terjadi pada metode transportasi.

Untuk itu, diperlukan variabel dummy pada baris atau kolom yang mengalami kekurangan tersebut.

Contoh


Ketidakseimbangan tabel transportasi

Pada tabel diatas dapat dilihat, dimana terjadi kelebihan kapasitas, dimana jumlah kapasitasnya adalah 5.600 sedangkan permintaannya hanya sebesar 5.500.

Dengan kondisi di atas, maka dapat disimpulkan terjadi kekurangan 100 unit pada kolom. Sehingga dapat ditambahkan variabel dummy pada kolom dengan nilai sebesar kekurangan nya.

Hal ini juga berlaku kebalikannya, dimana jika terjadi kelebihan permintaan, maka variabel dummy ditambahkan pada baris tabel.

Variabel dummy adalah variabel tambahan atau pembantu yang menunjukkan unit yang tersisa atau unit yang kurang.

Sehingga besarnya biaya (pada kotak kecil) pada kolom variabel dummy nilainya adalah nol.

Jadi, jika dibuat dalam tabel menjadi sebagai berikut :
Tabel transportasi dummy 1

Untuk perhitungan metode transportasi setelah ditambahkan dummy, tetap sama seperti biasa baik pada solusi awal maupun solusi akhir.


Apa yang dimaksud dengan solusi awal dan solusi akhir??? Dapat dilihat di postingan sebelumnya di :


Perhitungan kali ini dilakukan dengan menggunakan metode VAM (Vogel's Approximation Method) untuk mencari solusi awal (initial solution) sehingga didapatkan distribusinya sebagai berikut.

Tabel transportasi dummy 2

Selanjutnya dilakukan pengujian dengan menggunakan metode batu loncatan atau yang lebih dikenal dengan Stepping Stone untuk mencari solusi akhir (terminal solution)

Dimana dalam metode ini, sel-sel kosong diuji untuk mengetahui apakah tabel transportasi sudah optimal atau belum.

Pengujian Sel Kosong :
1-Bandung = 10 - 20 + 24 - 12 = 2
1-Dummy = 0 - 12 + 24 - 0 = 12
2-Jakarta = 30 - 24 + 12 -16 = 2
3-Bandung = 18 - 20 + 24 - 12 + 16 -6 = 20
3-Surabaya = 20 - 12 + 16 - 6 = 18
3-Dummy = 0 - 0 + 24 - 12 + 16 - 6 = 22

Dari hasil pengujian sel-sel kosong, tidak ditemukan nilai negatif.

Dengan demikian tabel transportasi sudah optimal atau menunjukkan biaya yang terendah. Sehingga langkah selanjutnya adalah menghitung total biaya minimumnya, menjadi :

DariKeJumlahBiaya/unitTotal Biaya
Pabrik 1Jakarta1.4001622.400
Pabrik 1Surabaya1.0001212.000
Pabrik 2Bandung1.4002028.000
Pabrik 2Surabaya100242.400
Pabrik 2Dummy10000
Pabrik 3Jakarta1.60069.600
Total Biaya74.400


EmoticonEmoticon