10 Aksioma dalam Manajemen Keuangan

10 Aksioma dalam Manajemen Keuangan

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), arti dari kata aksioma adalah pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian.

Jadi, maksud dari aksioma dalam manajemen keuagan adalah pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian sesuai dengan keadaan manajemen keuagan.

Dalam manajemen keuangan, terdapat 10 aksioma yang sangat penting dan perlu kita pelajari dan mengerti untuk menjadi manajer keuangan yang baik.


Berikut adalah 10 aksioma dalam manajemen keuagan :

  1. Keseimbangan Risiko dan Pengembalian / Risk - Return Trade-off

Pernyataan yang menyatakan bahwa besarnya risiko dan pengembalian berbanding lurus dan seimbang.

Jadi, maksudnya semakin besar risiko dari suatu pekerjaan, maka tingkat pengembaliannya akan semakin besar pula.

Contohnya seperti menabung di bank mempunyai risiko yang lebih kecil dibanding investasi di pasar modal, tetapi tingkat pengembalian pada bank dalam hal ini adalah bunga lebih kecil dibanding pertumbuhan di pasar modal.

  1. Nilai Waktu Uang / Time Value of Money

Terdapat 2 hal yang setidaknya perlu anda ketahui tentang time value of money, meliputi :
  1. Nilai Uang Sekarang (Present Value)
  2. Nilai Uang yang Akan Datang (Future Value)

Pada umumnya, nilai uang semakin lama akan semakin menurun dengan berjalannya waktu.

Penurunan dari nilai mata uang itu sendiri disebabkan karena adanya inflasi atau kenaikan harga yang menyebabkan nilai uang menjadi semakin kecil.

Contohnya, dulu dengan uang Rp.1.000 kita sudah bisa mendapat 10 permen, sedangkan sekarang uang Rp.1.000 hanya bisa mendapat 3 permen.

Oleh karena itu, muncul lah bunga perbankan yang berfungsi untuk mencegah atau mengantisipasi agar nilai yang yang akan datang tidak menurun dari nilai sekarang.

Jadi akan lebih menguntungkan jika kita menerima uang dengan jumlah yang sama pada saat sekarang dibandingkan di masa mendatang karena nilai waktu dari uang tersebut.

  1. Kas adalah yang Utama bukan Besarnya Laba / Cash (Not Profit) is King

Kebanyakan pengusaha sekarang ini hanya memikirkan besarnya laba dan mengabaikan aliran kas dari perusahaan mereka sendiri.

Hal inilah yang menyebabkan mereka kewalahan dalam menjalankan bisnis.

Karena, meskipun laba perusahaan meningkat, tetapi biasanya sebagian besar dalam bentuk piutang.

Hal ini dapat menyebabkan kas perusahaan tidak dapat membiayai hutang-hutang (Liability) perusahaan yang ada.

Hal ini juga berkaitan dengan nilai dari uang itu sendiri seperti yang sudah dibahas pada poin ke-2.

Oleh karena itu, kas adalah yang utama bukanlah besarnya laba.

Namun dalam hal ini bukan berarti besarnya laba tidak penting, hanya saja besarnya kas jauh lebih penting.

  1. Tambahan Arus Kas / Incremental Cash Flows Count

Incremental Cash Flow adalah arus kas tambahan yang diperoleh perusahaan dalam mengambil suatu proyek baru.

Nilai Incremental Cash Flow yang positif akan meningkatkan kemungkinan proyek tersebut akan diambil.

Dimana, nilai dari incremental cash flow itu sendiri dihitung dengan rumus :
Incremental cash flow = Pendapatan - Pengeluaran - Biaya awal

Contohnya, suatu perusahaan berencana untuk mengembangkan produk baru, dimana terdapat 2 alternatif produk yaitu A dan B

Proyeksi pendapatan produk A adalah sebesar $50.000 dengan pengeluaran $20.000 dan biaya awal $5.000.

Sedangkan proyeksi pendapatan produk B adalah Sebesar $40.000 dengan pengeluaran $5.000 dan biaya awal $5.000.

Jika dihitung maka didapat Incremental Cash Flow produk A adalah $25.000 dan produk B $30.000.

Meskipun pendapatan dari produk A lebih besar, hanya saja besarnya incremental cash flow nya lebih kecil dibanding produk B.

Maka alternatif produk yang dipilih adalah produk B.

  1. Kondisi Persaingan Pasar / The Curse of Competitive Markets

Kondisi persaingan pasar ini disebabkan karena banyaknya produsen yang menjual produk yang sama yang berakibat timbulnya persaingan pasar.

Dalam hal ini, dapat mengakibatkan menurun nya laba perusahaan akibat dari persaingan untuk merebut pasar.

Oleh karena itu, agar suatu bisnis dapat bersaing, maka diperlukan penguasaan terhadap sumber daya, divertifikasi produk, dan penguasaan teknologi untuk menekan biaya nya.

  1. Pasar Modal yang Efisien / Efficient Capital Markets

Maksud dari pasar modal yang efisien adalah perusahaan mampu bergerak cepat dan harga yang tepat atas aktiva finansial yang diperjual belikan di pasar modal.

Dimana harga aktiva finansial tersebut telah mencerminkan semua informasi yang relevan.

Efisiensi dari pasar modal dapat dinilai dari keberhasilan perusahaan dalam menggabungkan dan menyelaraskan informasi.

  1. Masalah Keagenan / The Agency Problem

Teori keagenan adalah teori yang mengatur hubungan antara pemberi kerja dan penerima tugas atau agen.

Masalah keagenan dalam konteks manajemen keuangan, pemberi kerja nya adalah pemegang saham sedangkan agen nya adalah manajer.

Manajer sebagai agen perusahaan harus dapat mengelola perusahaan sehingga dapat memberikan keuntungan untuk para pemegang saham.

Masalahnya adalah seringkali manajer tidak bekerja untuk kepentingan para pemegang saham.

Manajer seringkali mengambil kebijakan untuk kepentingan mereka sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan struktur atau kebijakan untuk mengatur kepentingan kedua belah pihak antara pemegang saham dan manajer sebagai agen.

  1. Perpajakan yang Berdampak pada Keputusan Bisnis / Taxex Bias Business Decisions

Maksudnya adalah diperlukan pertimbangan pajak terhadap pengambilan keputusan suatu bisnis.

Jadi, dalam pengambilan keputusan keuangan perusahaan haruslah setelah dipotong pajak.

Hal ini disebabkan karena perhitungan setelah pajak menceriminkan nilai sebenarnya dari suatu produk.

  1. Tidak Semua Risiko Sama / All Risk Not Equal

Setiap usaha tentunya mempunyai risiko yang berbeda.

Sehingga manajer keuangan perlu melakukan divertifikasi dalam investasi untuk mengantisipasi risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Misalnya, manajer keuangan dalam melakukan investasi, tidak hanya melakukan investasi pada surat berharga tertentu saja.

Melainkan melakukan divertifikasi, yaitu dengan membuat portofolio yang merupakan campuran dari berbagai surat beharga seperti saham, obligasi, dan lain-lain.

Dengan membuat portofolio dapat meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.

Contohnya seperti jika terjadi penuruhan terhadap harga saham yang dibeli, kerugian tersebut dapat ditutup dengan kupon atau bunga yang didapat dari pembelian obligasi.

  1. Melakukan Sesuatu yang Benar adalah Prilaku Etis / Ethical Dillemas Are Everywhere in Finance

Etika merupakan nilai atau norma yang dipegang teguh seseorang.

Dalam menjalankan bisnis, seringkali terjadi dilema etika pada setiap individu.

Hal ini didasarkan pada kepentian setiap individu yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, dalam suatu perusahaan diperlukan adanya aturan atau norma yang universal untuk mengatur prilaku etis yang sering disebut sebagai budaya organisasi.

Perusahaan juga perlu mendorong para karyawan nya untuk memegang teguh nilai-nilai tersebut dengan baik.

0 komentar