Monday, December 25, 2017

Metode Penilaian Pemilihan Lokasi

Metode Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi merupakan salah satu tahap yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan, karena penentuan lokasi yang strategis dapat memberikan dampak yang baik dalam jangka waktu panjang kepada perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, sebelum membangun sebuah bisnis diperlukan, penentuan lokasi harus sangat dipertimbangkan.

Proses pemilihan lokasi memerlukan identifikasi terhadap daerah yang cocok lalu membandingkan dan memilih sebuah lokasi pada area tersebut. Seorang manajer operasi memerlukan pengalaman dalam hal memberikan penilaian terhadap alternatif lokasi yang ada.


Berikut beberapa metode kuantitatif dan sistematis yang dapat membantu seorang manajer operasi dalam mengevaluasi alternatif yang ada :

1. Metode Penilaian Bobot (Factor Rating Method)

Metode penilaian bobot adalah metode yang menentukan sebuah daftar berisi faktor-faktor yang relevan dalam pemilihan sebuah lokasi, dimana faktor-faktor yang penting seperti pasar, pengangkutan, bahan baku, tenaga kerja, tenaga listrik, dan iklim dibandingkan dengan bobot yang ada dan diambil lokasi yang memiliki bobot paling tinggi.

Tahap-tahap dalam metode ini adalah :
  1. Menyusun daftar yang berisi faktor-faktor yang berkaitan.
  2. Memberikan bobot untuk setiap faktor yang mencerminkan tingkat kepentingan yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
  3. Menetapkan skala untuk setiap faktor.
  4. Menetapkan nilai untuk setiap faktor bedasarkan skala yang diberikkan pada tahap ke-3.
  5. Mengalikan bobot yang diberikan pada tahan ke-3 dengan nilai pada tahap ke-4 pada masing-masing faktor, yang hasil kalinya dapat disebut sebagai skor.
  6. Membuat rekomendasi yang tepat bedasarkan nilai total yang diperoleh pada tahan ke-5, dimana skor terbesar merupakan lokasi yang dipilih.

Contoh Soal
Swift Corp. sedang mempertimbangkan untuk membuka pabrik baru dengan tujuan menambah tingkat produksinya. Perusahaan memiliki 3 alternatif pilihan lokasi. Berikut nilai dari faktor-faktor yang dapat menunjang tingkat produksinya :
FaktorBobotLokasi
123
Pasar0,15507090
Listrik0,25506070
Air0,15807060
SDM0,20807050
Transportasi0,25608060

Tentukan lokasi yang akan dipilih oleh Swift Corp. dengan menggunakan metode bobot tersebut!

Jawab :
Sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan diatas, maka nilai pada tahap 1-4 semuanya sudah diketahui di soal.

Pada tahap ke-5, dilakukan perkalian masing-masing bobot dengan masing-masing nilai pada setiap lokasi.

Lokasi 1
Penilaian Bobot Lokasi 1

Lokasi 2
Penilaian Bobot Lokasi 2

Lokasi 3
Penilaian Bobot Lokasi 3

Selanjutnya, pada tahap ke-6, dilakukan pengambilan keputusan.
Jadi, lokasi yang akan dipilih Swift Corp. adalah lokasi 2 karena memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 70.

2. Metode Center of Gravity

Metode Center of Gravity adalah metode yang digunakan untuk menentukan koordinat lokasi untuk membangun sebuah fasilitas yang akan dijadikan sebagai lokasi pusat distribusi.

Metode ini digunakan untuk menemukan sebuah lokasi pusat yang meminimumkan biaya transportasi.

Metode Center of Gravity seringkali digunakan untuk menentukan lokasi perusahaan jasa. Sebagai contoh, dalam menentukan lokasi fasilitas pengolahan limbah, koordinat lokasi dapat ditentukan dengan cara menganalisa rata-rata limbah yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di suatu daerah.

Rumus yang digunakan adalah :
Rumus koordinat X Center of Gravity
Rumus koordinat Y Center of Gravity

Keterangan :
Cx = Koordinat X yang akan menjadi lokasi pusat.
Cy= koordinat Y yang akan menjadi loasi pusat.
Dix = koordinat X pada lokasi i.
Diy = koordinat Y pada lokasi i.
Wi = Jumlah barang yang akan dipindahkan dari lokasi i.

Contoh soal
Pastry Enterprise ingin membuka kantor pusat yang berfungsi sebagai kantor pusat distribusi. Saat ini, perusahaan memiliki tiga kantor distribusi, yaitu kantor A, B, dan C. Berikut koordinat setiap lokasi kantor cabang dan jumlah pengiriman barang ke lokasi tersebut setiap tahun :
LokasiKoordinat (X;Y)Jumlah Pengiriman
A(20 ; 12)50
B(8 ; 70)70
C(2 ; 25)50

Tentukan koordinat kantor pusat dengan menggunakan metode Center of Gravity !

Jawab :
Perhitungan koordinat X Center of Gravity

Perhitungan koordinat Y Center of Gravity

Jadi, menurut metode Center of Gravity, Pastry Enterprise akan membangun lokasi pusat di koordinat (9,7647 ; 39,7059)

3. Metode Analisis Ekonomi (Economic Analysis Method)

Metode analisis ekonomi adalah metode yang menganalisis biaya-biaya operasi pada setiap alternatif lokasi, dan memilih lokasi bedasarkan pada lokasi mana yang memberikan keuntungan terbesar.

Rumus yang digunakan :
𝝅 = TR - (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q - (TFC + (AVC x Q)

Keterangan :
𝝅 =Keuntungan
TR = Total pendapatan
TFC = Total biaya tetap
TVC = Total biaya variabel
AVC = Biaya variabel rata-rata
P = Harga jual produk per unit
Q = Jumlah produk

Contoh Soal
Dounkey Inc. sedang melakukan survei untuk mengembangkan usahanya. Saat ini, ada 3 alternatif lokasi yang bisa dipilih yaitu lokasi A, B, dan C. Berikut data biaya dari hasil survei yang diperoleh :
LokasiBiaya Tetap (TFC)Biaya Variabel/unit (AVC)Kapasitas
ARp.75.000.000Rp.95.0002.000 unit
BRp.65.000.000Rp.110.0002.500 unit
CRp.80.000.000Rp.90.0001.800 unit

Jika diketahui harga produk yang dijual adalah sebesar Rp.150.000/ unit, tentukan lokasi yang sebaiknya dipilih oleh Dounkey Inc. dengan menggunakan metode analisis ekonomi !

Jawab :
Lokasi A
𝝅 = TR - (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q - (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 2.000) - (75.000.000 + (95.000 x 2.000))
𝝅  = Rp.35.000.000

Lokasi B
𝝅 = TR - (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q - (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 2.500) - (65.000.000 + (110.000 x 2.000))
𝝅 = Rp.90.000.000

Lokasi C
𝝅 = TR - (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q - (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 1.800) - (80.000.000 + (90.000 x 1.800))
𝝅 = Rp.28.000.000

Jadi, menurut metode analisis ekonomi, Dounkey Inc. akan memilih lokasi B karena memberikan keuntungan terbesar sebesar Rp.36.000 per unit.

4. Metode Locational Break Even Analysis

Locational Break Even Analysis adalah metode yang menganalisis biaya-biaya yang muncul dari setiap alternatif lokasi yang ada, dan memilih lokasi dengan total biaya yang paling rendah.

Tahap-tahap dalam metode ini :
  1. Menentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap alternatif lokasi.
  2. Menggambar biaya dari setiap alternatif dalam bentuk grafik, dimana biaya sebagai sumbu y dan jumlah produksi sebagai sumbu x.
  3. Tentukan lokasi yang memiliki total biaya termurah untuk tingkat produksi yang diharapkan atau direncanakan.

Rumus yang digunakan :
TC = TFC + (AVC x Q)

Keterangan :
TC = Total biaya
TFC = Total biaya tetap
AVC = Biaya variabel rata-rata
Q = Jumlah produk yang diproduksi

Contoh Soal
Dounkey Corp. ingin membuka lokasi pabrik baru dan telah melakukan survei biaya pada 2 lokasi. Berikut hasil survei tersebut :

LokasiBiaya Tetap per TahunBiaya Variabel per Unit
ARp.6.000.000Rp.30.000
BRp.5.000.000Rp.50.000

Tentukan lokasi apa yang sebaiknya dipilih oleh Dounkey Corp. dengan menggunakan metode Locational Break Even Analysis, jika diketahui Dounkey Corp. berencana memproduksi 1.200 unit/tahun.

Jawab :
Q = 1.200 unit

Lokasi A
TC = TFC + (AVC x Q)
TC = 6.000.000 + (30.000 x 1.200)
TC = Rp. 42.000.000

Lokasi B
TC = TFC + (AVC x Q)
TC = 5.000.000 + (50.000 x 1.200)
TC = Rp. 65.000.000

Jadi, menurut analisis Locational Break Even Analysis, Dounkey Corp. sebaiknya memilih lokasi A karena memberikan total biaya yang paling rendah sebesar Rp.42.000.000.

Untuk lebih jelas lagi tentang perencanaan lokasi dapat dilihat pada artikel lainnya di :


EmoticonEmoticon