Wednesday, December 20, 2017

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Lokasi

Faktor-Faktor Perencanaan Lokasi

Seorang manajer perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai jenis faktor ketika merencanakan tentang hal-hal yang diharapkan dari pemilihan sebuah lokasi. Berbagai jenis faktor tersebut muncul sesuai dengan jenis perusahaan itu sendiri.

Sebagai contoh, perusahaan jasa akan mempertimbangkan faktor-faktor yang akan memaksimalkan pendapatan sementara perusahaan manufaktur akan mempertimbangkan faktor-faktor yang akan meminumkan biaya.

Menurut (Krajewski, Ritzman, & Malhotra, 2013), manajer perusahaan dapat mengabaikan faktor-faktor yang tidak memenuhi setidaknya satu .dari dua kriteria berikut:
  1. Harus sensitif terhadap lokasi.
  2. Manajer tidak harus mempertimbangkan sebuah faktor yang tidak dipengaruhi oleh keputusan lokasi. Sebagai contoh, jika komunitas di sekitar lokasi secara keseluruhan menunjukkan sikap yang baik, maka sikap komunitas terhadap lokasi tidak perlu dipertimbangkan sebagai sebuah faktor.

  3. Harus mempunyai dampak yang tinggi terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan.
  4. Sebagai contoh, meskipun fasilitas yang berbeda akan diletakkan di tempat yang mempunyai jarak yang berbeda dari pemasok barang, namun jika distribusi barang dari pemasok hanya membutuhkan waktu satu hari dan komunikasi bisa dilakukan melalui faksimile ataupun surat elektronik, maka jarak tersebut tidak memberikan dampak yang besar terhadap tujuan perusahaan, sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sebuah faktor.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Lokasi

Berdasarkan kedua kriteria tersebut, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan lokasi:

  1. Kedekatan jarak dengan pasar.
  2. Konsumen mengharapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa pada saat dibutuhkan dan dengan harga yang terjangkau. Memilih lokasi yang dekat dengan pasar dianjurkan jika biaya transportasi barang tinggi dan jika produk memiliki masa kadaluwarsa yang singkat.

    Kedekatan jarak dengan pasar memberikan jumlah penawaran produk yang konsisten dan mengurangi biaya transponasi. (Kumar & Suresh, 2009)

  3. Kedekatan jarak dengan pemasok (Supplier) dan sumber bahan mentah.
  4. Perusahaan yang menggunakan bahan mentah yang berat ataupun mudah hancur memerlukan kedekatan jarak dengan pemasok. Biaya transportasi menjadi faktor yang dominan yang tentunya membuat perusahaan perlu memilih lokasi yang dekat dengan pemasok.

    Sebagai contoh, membangun pabrik kertas di dekat hutan akan meringankan biaya dibanding mentransportasikan pohon ke pabrik yang jauh dari hutan.

  5. Kedekatan dengan pesaing (clustering).
  6. Beberapa perusahaan justru memilih lokasi yang berdekatan dengan pesaing, atau dengan kata lain, mencari persaingan. Hal tersebut seringkali dilakukan oleh perusahaan ketika sebuah sumber daya ditemukan di sebuah wilayah. Sumber daya tersebut antara lain adalah sumber daya alam,, informasi, dan sumber daya manusia.

  7. Biaya, yang dapat dibedakan menjadi 2 :
  8. Tangible cost, yaitu biaya yang dapat dengan mudah diidentifikasi dan diukur, seperti upah kerja, bahan mentah, pajak, depresiasi, dan biaya lainnya yang dapat diidentifikasi oleh departemen keuangan perusahaan.

    Intangible cost, yaitu biaya yang agak sulit untuk diidentifikasi dan diukur, seperti fasilitas transportasi publik, sikap komunitas terhadap perusahaan, dan kualitas dari karyawan yang prospektif.

  9. Produktivitas tenaga kerja.
  10. Ketika merencanakan tentang lokasi, perusahaan seringkali tertarik dengan rasio upah rendah di suatu daerah, tanpa mempertimbangkan produktivitas. Hal tesebut sepenuhnya keliru. Masalah tenaga kerja adalah salah satu faktor terpenting yang harus dipertimbangkan oleh seorang manajer karena berkaitan dengan lokasi dari fasilitas dan juga komunitas yang ada di sekitar lokasi tersebut.

    Maka dari itu, seorang manajer perlu mempelajari tentang bagaimana hubungan tenaga kerja dari perspektif komunitas, lalu bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi produktivitas tenaga kerja.

  11. Fasilitas transportasi.
  12. Dengan adanya. transportasi yang cepat, perusahaan dapat memberikan efisiensi pengiriman bahan mentah dari pemasok ke perusahaan dan pengiriman produk dari perusahaan ke konsumen. Perusahaan perlu mempertimbangkan jenis transportasi apa yang akan digunakan untuk menjangkau setiap pasar yang ada.

  13. Infrastruktur.
  14. Yang mempengaruhi hal-hal seperti pemakaian listrik, saluran air, saluran pembuangan, dll. Kurang diperhatikannya hal tersebut dapat menjadi masalah jangka panjang untuk perusahaan. Sebagai contoh, kurangnya pasokan air yang berkualitas di sebuah fasilitas dapat mempengaruhi berlangsungnya proses produksi di fasilitas tersebut.

    Akses transportasi darat, udara, dan air di daerah sebuah lokasi menjadi hal yang penting. Keinginan pemerintah lokal untuk melakukan investasi terhadap infrastruktur menjadi sebuah pertimbangan dalam memilih sebuah lokasi. (Chase, Jacobs, & Aquilano, 2004)

  15. Dampak terhadap lingkungan.
  16. Perusahaan perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin muncul dari aktivitas sebuah fasilitas. Hal itu biasanya dilakukan perusahaan dengan mengurangi pemakaian bahan mentah maupun bahan bangunan yang mengandung terlalu banyak karbon. Hal paling utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah kemana limbah yang dihasilkan dari proses produksi akan dibuang, atau didaur ulang.

  17. Pertimbangan komunitas.
  18. Kesuksesan sebuah perusahaan dalam melakukan keputusan lokasi dapat dipengaruhi oleh diterima atau tidaknya perusahaan tersebut oleh masyarakat sekitar. Biasanya, masyarakat sekitar akan lebih mudah untuk menerima sebuah perusahaan jika fasilitas yang baru dibangun memberikan kesempatan kerja, tidak menghasilkan polusi, dan tidak menghasilkan kebisingan.

  19. Faktor lain
  20. Seperti ada atau tidaknya ruang untuk melakukan ekspansi terhadap fasilitas, biaya konstruksi, akses untuk jenis transportasi yang ada, biaya asuransi, dll.


EmoticonEmoticon