Saturday, October 7, 2017

Peramalan Metode Rata-Rata (Average)

Metode Peramalan Rata-Rata (Average)

Metode peramalan rata-rata merupakan salah satu dari sekian banyak metode peramalan lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai metode peramalan secara umum dapat dilihat pada postingan sebelumnya di : Metode Peramalan (Forecasting) Dalam Riset Operasi.

Metode peramalan rata-rata adalah metode yang digunakan untuk meramalkan/memprediksi susuatu yang terjadi di masa depan dengan menggunakan data-data sebelumnya dan dirata-ratakan untuk mendapat jumlah peramalan periode berikutnya secara kuantitatif. Misalnya seperti ramalan penjualan suatu perusahaan.


Terdapat 2 metode peramalan untuk menggunakan metode rata-rata (average), meliputi :

1. Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average)

Metode rata-rata bergerak atau yang biasa disebut moving average adalah metode peramalan dimana dalam menghitung peramalan di masa depan didapat dari penjumlahan data-data lampau dan kemudian dibagi dengan jumlah data yang ada.

Jumlah data-data yang harus diambil untuk perhitungan rata-rata bergerak (moving average) berjumlah bebas, namun tentunya harus disesuaikan dengan ketersediaan data-data lampau yang ada.

Data yang digunakan pun harus berurut dari tahun terbaru sampai tahun yang paling lama, karena data terbarulah yang dianggap jauh lebih akurat dibanding data-data yang lama.

Biasanya dalam perhitungan rata-rata bergerak (moving average), data yang diambil adalah data 3 periode sebelumnya. Karena data 3 tahun yang lalu, dianggap paling relevan dengan keadaan yang akan datang. Namun, tetap saja, jumlah data yang diambil adalah bebas sesuai dengan selera masing masing.

Rumus peramalan dengan metode rata-rata bergerak (moving average) adalah :

Rumus Rata-Rata Berjalan (Moving Average)

Keterangan :
Ft = Peramalan untuk periode yang akan datang
n = Jumlah periode peramalan moving average
At~1 = Data aktual satu periode sebelum peramalan
At~2 = Data aktual dua periode sebelum peramalan
At~3 = Data aktual tiga periode sebelum peramalan
At~n = Data aktual satu n sebelum peramalan

Jumlah ke-n harus disesuaikan dengan persoalan yang diminta. Jika menggunakan moving average 3 tahunan, maka otomatis jumlah n dan data aktual akan berjumlah 3 pula.

Contoh Soal :

Dounkey adalah perusahaan kemeja, diketahui penjualan pada periode sebelumnya adalah sebagai berikut :
TahunPenjualan (unit)
20121.500
20131.800
20141.700
20152.200
20161.500
20172.000

Dengan menggunakan metode rata-rata bergerak, carilah peramalan untuk tahun 2018 dengan metode moving average (3 tahunan) dan moving average (4 tahunan)

Moving average (3 tahunan) Perhitungan Moving Average 3 tahunan

Jadi, Dounkey diprediksi menjual kemeja sebanyak 1.900 unit pada tahun 2018 dengan menggunakan metode moving average (3 tahunan).

Moving Average (4 tahunan) Perhitungan Moving Average 4 tahunan

Jadi, Dounkey diprediksi menjual kemeja sebanyak 1.850 unit pada tahun 2018 dengan menggunakan metode moving average (4 tahunan).

2. Metode Weighted Moving Average

Metode rata-rata bergerak tertimbang atau yang biasa disebut weighted moving average adalah metode untuk menghitung data masa depan / periode mendatang dengan menjumlahkan data-data lampau yang telah diberikan bobotnya masing-masing.

Alasan setiap data diberikan bobot karena pengaruh data yang lebih baru akan lebih berpengaruh pada data keadaan di masa mendatang. Sehingga bobot yang diberikan pada data terbaru tentunya haruslah lebih besar dari data terdahulunya.

Mirip dengan metode rata-rata bergerak (moving average), kita bebas menentukan berapa jumlah data yang ingin dimasukkan untuk perhitungan, namun harus diingat data yang diambil harus berurut dari data terbaru, begitu pula dengan bobotnya juga diurutkan dimana data terbaru = bobot terbesar.

Misalnya diketahui data penjualan tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dengan bobot (2:4:3:1). 

Kita tidak dapat mengasumsikan bobot 2014 = 2, bobot 2015 = 4, bobot 2016 = 3, dan bobot 2017 = 1.

Melainkan bobotnya harus diurutkan (ingat !! data terbaru, bobot terbesar).

Sehingga menjadi : bobot 2014 = 1, bobot 2015 = 2, bobot 2016 = 3, dan bobot 2017 = 4.

Rumus perhitungan metode rata-rata bergerak tertimbang (weighted moving average) adalah sebagai berikut :
Rumus Rata-Rata Berjalan Tertimbang (Weighted Moving Average)

Contoh Soal :

Dounkey adalah perusahaan pakaian, diketahui penjualan pada periode sebelumnya adalah sebagai berikut :
TahunPenjualan (unit)
20121.500
20131.800
20141.700
20152.200
20161.500
20172.000

Jika diketahui bobot sebesar (2:4:1:3) Maka, ramalkan berapa besar penjualan pada tahun 2018.

Jawab :
Pertama tama, harus kita urutkan bobotnya menjadi (4:3:2:1)

Sehingga didapatkan :
Perhitungan weighted moving average 1
Perhitungan weighted moving average 2

Jadi, Dounkey diprediksi menjual kemeja sebanyak 1.860 unit pada tahun 2018 dengan menggunakan metode rata-rata berjalan tertimbang (weighted moving average).

3 comments:

  1. terimakasih. sangat membantu^^

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sangat membantu dlm tugas saya.

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon