Wednesday, September 20, 2017

Metode Peramalan (Forecasting) Untuk Memprediksi Penjualan

Peramalan (Forcasting)

Pengertian

Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi pristiwa di masa depan. Peramalan memerlukan pengambilan data historis (data terdahulu) dan memproyeksikanya ke masa depan dengan berbagai metode.

Jenis-Jenis Peramalan


Bedasarkan Janka Waktu

Peramalan dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori bedasarkan jangka waktunya, meliputi:
  1. Peramalan jangka pendek
  2. Peramalan jangka pendek adalah peramalan yang rentang waktunya mencapai satu tahun, tetapi umumnya kurang dari tiga bulan. Peramalan jangka pendek biasanya digunakan untuk memecahkan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja, penugasan dan tingkat produksi.

  3. Peramalan jangka menengah
  4. Peramalan jangka menengah biasanya memiliki jangka 1 tahun sampai 3 tahun. Peramalan ini sangat bermanfaat dalam perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi, penganggaran kas, dan menganalisis berbagai rencana operasi

  5. Peramalan jangka panjang
  6. Peramalan jangka panjang adalah peramalan yang memiliki rentang waktu 3 tahun atau lebih, dan biasanya digunakan dalam merencanakan produk baru, pengeluaran modal, lokasi fasilitas, ekspansi dan penelitian serta pengembangan.

Peramalan jangka menengah dan panjang mempunyai 3 ciri yang membedakan keduanya dengan peramalan jangka pendek, yaitu:
  1. Peramalan jangka menengah dan panjang berhubungan dengan isu yang lebih kompetitif dan mendukung keputusan manajemen berkaitan dengan perencanaan dari produk, pabrik, dan proses.
  2. Peramalan jangka pendek biasanya menggunakan metodologi yang berbeda dari pada peramalan yang lebih panjang.
  3. Peramakan jangka pendek cenderung lebih akurat daripada peramalan jangka yang lebih panjang.


Bedasarkan Jenisnya

  1. Ramalan Ekonomi
  2. Membahas siklus bisnis dengna memprediksi tingkat inflasi, suply uang dan indikator perencanaan lain.

  3. Ramalan Teknologi
  4. Berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi yang akan melahirkan produk baru yang mengesankan, membutuhkan parbrik dan peralatan baru.

  5. Ramalan Permintaan
  6. Merupakan proyeksi permintaan untuk produk atau jasa perusahaan. Ramalan ini disebut juga ramalan penjualan, produksi, kapasitas, dan sistem penjadwalan perusahaan dan bertindak sebagai masukan untuk perencanaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.

Fungsi Peramalan

Peramalan sangat baik dan penting dalam seluruh aspek bisnis. Ramalan hanyalah estimasi permintaan produk sampai permintaan aktual diketahui. Ramalan permintaan mengarahkan keputusan di dalam banyak bidang. Ramalan produk berpengaruh terhadap 3 fungsi yaitu :

  1. Sumber Daya Manusia
  2. Memperkerjakan, melatik dan memberhentikan para pekerja tergantung pada permintaan produk yang diantisipasi. Jika departmen SDM harus menambah pekerja tanpa ada pembatasan, maka jumlah pelatihan dan mutu angkatan kerja akan merosot.

  3. Kapasitas
  4. Bila kapasitas tidak tepat, akan muncul masalah seperti salah pengiriman yang tidak terjamin, kehilangan pelanggan dan kehilangan pangsa pasar.

  5. Supply Chain Management
  6. Hubungan antara pemasuk yang baik dan keunggulan kerja yang terjamin untuk bahan baku dan suku cadang tergantung pada ramalan yang akurat.


Metode Peramalan

Ada 2 pendekatan umum dalam metode peramalan yaitu :

  1. Peramalan Kuantitatif
  2. Peramalan kuantitatif adalah berbagai model matematis yang menggunakan data historis dan atau variabel-variabel kasual untuk meramalkan permintaan

  3. Peramalan Kualitatif
  4. Peramalan kualitatif adalah peramalan yang memanfaatkan faktor-faktor penting seperti inflasi, pengalaman pribadi, dan sistem nilai pengambilan keputusan.

Sebagian perusahaan menggunakan satu pendekatan, sebagian lagi menggunakan pendekatan lain. Tetapi, dalam prekteknya, kombinasi atau campuran dari kedua jenis peramalan itu biasanya lebih efektif.

4 Teknik Peramalan Kualitatif

  1. Jury of executive opinion
  2. Metode ini mengambil opini dari sekelompok kecil manajer tingkat tinggi, sering kali dikombinasikan dengan model statistik dan menghasilkan estimasi permintaan kelompok.

  3. Sales force composite
  4. Dalam pendekatan ini, setiap wiraniaga mengestimasi jumlah penjualan di wilayahnya, ramalan ini kemudian dikaji ulang untuk meyakinkan realistisnya, lalu dikombinasikan pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.

  5. Delphi Method
  6. Pendekatan ini menrupakan diskusi panel yang mencakup beberapa ahli atau yang dianggan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kegiatan yang akan diramalkan. Dalam menghasilkan ramalan itu, mereka tidak berkomunikasi secara langsung tetapi melaui fasilitator secara tertulis.

  7. Consumer market survey
  8. Metode memperbesar masukan dari pelanggan atau calon pelanggan tanpa melihat rencana pembelian masa depanya. Metode ini bisa membantu tidak hanya dalam menyiapkan ramalan, tetapi juga dalam memperbaiki desain produk baru.

5 Teknik Peramalan Metode Kuantitatif


EmoticonEmoticon