Mengenal Tentang Reksadana

reksadana

Dalam kelompok instrumen investasi, reksadana masuk dalam kelompok instrumen investasi derivatif karena instrumen ini lahir dari portofolio yang dibuat oleh manajer investasi.

Dari sisi investor, reksadana merupakan instrumen investasi yang bisa menampung kepentingan investor kecil, yaitu memungkinkanya membuatkan portofolio, sehingga dapat mengendalikan resiko.

Dari sisi pasar modal, reksadana bisa dikatakan sebagai sumber investasi yang besar karena dapat menghimpun dana dari investor kecil yang jika dijumlahkan menjadi amat besar.


Definisi Reksadana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat 27, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Reksadana merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu "mutual fund" yang lahir sekitar seratus tahun lalu di London, Inggris.

Pada prinsipnya, investasi pada reksadana adalah melakukan investasi yang menyebar pada sekian banyak instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar modal seperti saham biasa, obligasi pemerintah, obligasi swasta, dan di pasar uang seperti commercial paper, SPN (Surat Perbendaharaan Negara), SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan yang lainya,

Namun investor tidak perlu membeli sekian banyak investasi tersebut, investor hanya perlu memiliki 1 surat beharga saja, yang disebut sertifikat reksadana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi (MI).

Dengan demikian, investor dimungkinkan mendapatkan keuntungan investasi yang sama dengan berinvestasi pada berbagai macam surat beharga, tetapi resiko yang dihadapi tidak sebesar apabila investor melakukan investasi langsung pada surat-surat beharga tersebut.

Jadi, reksadana dapat didefinisikan sebagai surat beharga yang diterbitkan oleh manajer investasi kemudian dijual kepada investor, dimana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membuat portofolio agar resiko investasi menurun, namun dengan keuntungan yang relatif besar.

Cara Kerja Reksadana

Pertama,

Manajer investasi akan mengumpulkan dana dari para investor. Dimana untuk mengumpulkan dana ini, manajer investasi akan menerbitkan saham yang dijual kepada investor.

Saham yang diterbitkan inilah yang kemudian disebut sebagai sertifikat reksadana.

Kedua,

Setelah dana terkumpul, manajer investasi akan menginvestasikannya pada surat-surat beharga yang dianggap paling menguntungkan.

Untuk bisa mendapatkan keuntungan, manajer inevstasi akan melakukan spesialisasi sesuai dengan keahlianya.

Ada manajer investasi yang khusus melakukan spesialisasi investasi pada saham biasa saja, ada juga yang dikombinasikan dengan obligasi, atau pada obligasi saja dan yang lainya.

Ketiga,

Manajer investasi akan membagikan keuntungan yang didapatnya kepada para investor.


Reksadana Cocok Untuk Investor Kecil

Mengapa bisa dikatakan demikian? Bukankah pasar modal dikesankan sebagai tempat berinvestasi dengan modal yang besar?

Betul sekali, hanya saja dengan reksadana kesan tersebut dapat dihilangkan.

Perlu anda ketahui, sekarang ini, hanya dengan modal Rp10.000, anda sudah dapat berinvestasi di reksadana.

Salah satu tempat untuk investasi reksadana dengan modal Rp.10.000 adalah di bukareksa, yang merupakan produk dari bukalapak. Jadi, untuk bisa berinvestasi disini anda hanya cukup mempunyai akun bukalapak.

Untuk info lebih lanjut : Baca [Investasi Reksadana Modal Rp 10.000].

Selain itu, reksadana juga menyediakan 2 fasilitas yang tidak mungkin dimiliki oleh investor kecil, meluputi :

Pertama : Membuat investasi mencapai skala ekonomis

Maksudnya adalah suatu investasi akan menguntungkan kalau bisa mencapai kapasitas tertentu.

Hal ini prinsipnya sama seperti bunga deposito bank yang semakin besar jika dana yang didepositokan semakin besar pula.

Untuk mencapai kapasitas tertentu inilah yang sulit dicapai oleh investor kecil.

Karena, dana yang dimiliki investor kecil tentulah jumlahnya yang terbatas.

Dengan reksadana, dana setiap investor yang terbatas ini akan digabungkan oleh manajer investasi yang dapat digunakan untuk melakukan investasi dalam skala besar dan menyebar.

Kedua : Reksadana menyebabkan profesionalisme berinvestasi

Maksudnya, dengan kita berinvestasi pada reksadana, uang yang kita investasikan tentunya akan dikelola oleh manajer investasi yang memiliki tenaga-tenaga yang profesional dalam bidang investasi.

Namun, bukan berarti dengan kita membeli reksadana berarti kita sudah terbebas dari resiko kerugian. Bagaimanapun reksadana tetap beresiko.

Hanya saja, dengan reksadana kita bisa menurunkan resiko dibanding kita langsung menginvestasikan uang kita di pasar modal atau pasar uang.


Jenis-Jenis Reksadana

Bedasarkan jenisnya, reksadana dapat dibedakan menjadi 2, meliputi reksadana terbuka dan reksadana tertutup.

1. Reksadana terbuka (open-end mutual fund)

Reksadana terbuka adalah reksadana yang manajer investasinya mempunyai hak untuk membeli kembali sertifikat reksadana yang telah diterbitkanya.

Bahkan, setiap kali manajer investasi reksadana jenis ini akan membeli kembali sertifikat reksadana yang telah diterbitkanya, ia juga akan menawarkan reksadana yang baru.

Hal ini sama seperti pemegang obligasi yang selalu menghadapi saat jatuh tempo.

Harga pembelian kembali perusahaan manajer investasi disesuaikan dengan nilai net asset value (NAV) pada saat itu.

Angka NAV ini akan berubah setiap saat, sesuai dengan harga instrumen investasi yang menjadi portofolio perusahaan manajer investasi.

2. Reksadana tertutup (close-end mutual fund)

Reksadana tertutup adalah reksadana dimana sertifikat yang diterbitkan tidak akan dibeli kembali oleh manajer investasi penerbitnya.

Reksadana jenis ini biasanya diterbitkan dalam jumlah yang terbatas dan dijual kepada kalangan yang terbatas pula.

Jadi, setelah transaksi di pasar primer (dari penerbit kepada investor), maka sertifikat reksadana itu hanya dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Harga yang terbentuk disesuaikan dengan pertemuan dari permintaan dan penawaran.

Dengan demikian reksadana tertutup ini mirip seperti saham biasa yang diperdagangkan di bursa.

Portofolio Reksadana

Portofolio reksadana adalah kumpulan dari instrumen investasi yang akan diinvestasikan dengan menggunakan dana yang dihimpun dari investor.

Terdapat beberapa jenis reksadana bedasarkan portofolionya, meliputi : reksadana saham, reksadana fix income, reksadana campuran, reksadana pasar uang, reksadana spesialis, dan reksadana ETF.

1. Reksadana saham

Reksadana saham adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan saham biasa,

Biasanya sasaran dari reksadana jenis ini memiliki sasaran pertumbuhan, jadi reksadana ini akan berfokus pada keuntungan jangka panjang dengan meningkatkan harga-harga surat berharga yang menjadi objek investasinya.

Alasan reksadana saham tidak cocok untuk jangka menengah dan pendek karena nilainya yang sangat fluktuatif untuk jangka menengah dan pendek.

Jadi, reksadana saham cocok untuk investasi jangka panjang dengan jangka waktu diatas 15 tahun.

Hanya saja, reksadana saham memiliki resiko yang cukup besar mengingat objek investasinya adalah saham, namun karena dikelola oleh tenaga profesional, tentunya resikonya dapat diminimalisir.

2. Reksadana fix income

Reksadana fix income adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan obligasi dan saham preferen.

Daya tarik dari reksadana fix income adalah keamanannya yang lebih terjamin, karena manajer investasinya mendapatkan penghasilan tetap dari bunga obligasi dan dividen saham preferen.

Perlu diketahui, yang mendapat penghasilan tetap dari bunga obligasi dan dividen adalah penerbit reksadana, bukan investornya.

Investor tetap mendapat penghasilan dari kenaikan nilai reksadana yang nilainya tidak tetap.

Reksadana fix income cocok untuk investasi jangka menengah dengan jangka waktu 5 sampai 15 tahun.

Kelebihan dari reksadana fix income tentunya adalah resikonya yang lebih kecil dibanding reksadana saham, meskipun keuntunganya lebih kecil pula.

3. Reksadana campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan saham biasa dan obligasi.

Penghasilan yang didapat dari reksadana campuran ini adalah moderat, yaitu lebih rendah dari reksadana saham namun lebih tinggi dari reksadana fix income.

Reksadana ini merupakan alternatif atau jalan tengah bagi reksadana saham dan fix income.

4. Reksadana pasar uang

Reksadana yang mengkhsuskan diri menggunakan dana yang dihimpunya untuk investasi efek pada pasar uang seperti comercial paper, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan deposito.

Reksadana ini cocok untuk investasi jangka pendek dimana biasa jangka waktunya kurang dari satu tahun.

Resiko dari reksadana jenis ini juga lebih kecil dibanding reksadana saham dan fix income, hanya saja, keuntunganya juga tentu lebih kecil tapi masih lebih tinggi dari deposito.

5. Reksadana spesialis

Reksadana spesialis adalah reksadana yang mengkhususkan diri untuk menggunakan dana yang dihimpunya untuk dibelanjakan pada investasi tertentu.

Maksud dari investasi tertentu itu misalnya investasi bedasarkan letak geografis emiten yang saham dan obligasinya akan dibeli oleh manajer investasi.

Atau juga bedasarkan industri tertentu, misalnya seperti reksadana khusus industri farmasi, industri baja, industri otomotif, dll.

6. Reksadana ETF (Exchange Trade Fund)

Reksadana ETF adalah reksadana yang mengkhususkan diri menggunakan dana yang dihimpunya untuk diinvestasikan bedasarkan indeks tertentu seperti LQ45, Kompas100, dan yang lainya.

Daya tarik dari reksadana ini adalah, biasanya jika terjadi kenaikan indeks secara umum, maka reksadana akan mendapat keuntungan yang lebih besar.

Hal ini dapat terjadi karena manajer investasi sudah menginvestasikan dana yang dihimpunya untuk dibelanjakan pada saham-saham indeks tersebut.


Sasaran Reksadana

Reksadana yang baik, biasanya harus memiliki sasaran tertentu sesuai dengan spesialisasinya.

Sasaran ini akan membedakan antara reksadana yang satu dengan yang lainya sehingga investor bisa memilih sesuai dengan tujuan investasinya.

Biasanya, manajer investasi akan mencantumkan sasaran yang akan dicapainya dalam prospektus penawaranya.

Ada 4 hal yang biasanya dijadikan sasaran oleh reksadana, yaitu, pertumbuhan, pendapatan, pertumbuhan dan pendapatan, dan keseimbangan.


1. Reksdana dengan sasaran pertumbuhan

Reksadana dengan sasaran pertumbuhan akan berfokus pada pertumbuhan jangka panjang. 

Maksudnya, reksadana ini memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang besar di masa mendatang (jangka panjang).

Pendapatan yang tinggi ini berasal dari apresiasi (peningkatan) harga saham yang diinvestasikan.

Biasanya jika pertumbuhan menjadi sasaran reksadana, manajer investasi akan membeli dan menahan dalam waktu yang cukup lama saham-saham biasa yang diterbitkan perusahaan yang sedang tumbuh.

Alasan dipilih perusahaan yang sedang tumbuh adalah karena perusahaan yang sedang tumbuh biasanya tidak membagikan dividen tunai, sehingga akan meningkatkan nilai saham perusahaan tersebut.

Investor bisa memilih reksadana dengan sasaran pertumbuhan ini jika mengharapkan pendapatan yang cukup besar dalam jangka panjang.


2. Reksadana dengan sasaran pendapatan

Apabila sasaran suatu reksadana adalah pendapatan, maka reksadana tersebut akan mementingkan kupon dan dividen.

Biasanya reksadana dengan sasaran pendapatan tidak akan mementingkan capital gain seperti sasaran pertumbuhan, namun bukan berarti hal ini diabaikan.

Reksadana dengan sasaran pendapatan akan memilih untuk berinvestasi di obligasi dan saham preferen atau blue chips, yang tentunya memberikan dividen yang tinggi.

3. Reksadana dengan sasaran pertumbuhan dan pendapatan

Sesuai dengan namanya, sasaran dari reksadana ini adalah pertumbuhan dan pendapatan.

Reksadana jenis ini mampu memberikan pendapatan yang bisa berasal dari dividen atau kupon, dan dari apresiasi harga saham itu sendiri.

Namun, tentu saja pendapatan dari reksadana ini tidak sebesar jika anda mengkhususkan diri berinvestasi pada reksadana sasaran pendapatan, dan pertumbuhanya juga tidak sebesar reksadana sasaran pertumbuhan.

Reksadana kombinasi ini cocok bagi investor yang memilih jalan tengah terhadap penghasilan reksadana pertumbuhan dan pendapatan.


4. Reksadana dengan sasaran keseimbangan

Reksadana dengan sasaran keseimbangan adalah reksadana yang bersikap moderat terhadap pendapatan dan pertumbuhan.

Reksadana sasaran ini mirip dengan reksadana sasaran kombinasi, bedanya adalah reksdana ini juga memperhatikan situasi ekonomi makro.

Dalam keadaan bullish market (tren naik), reksadana akan berusaha memberikan pendapatan dan pertumbuhan harga yang tinggi kepada investornya. Upaya yang dilakukan adalah dengan memilih saham-saham blue chips sebagai portofolionya.

Dalam keadaan bearish market (tren turun), reksadana dengan sasaran keseimbangan akan berusaha meminimumkan resiko. Upaya yang dilakukan adalah dengan memilih obligasi sebagai portofolionya.

0 komentar